Monday, 4 May, 2026

Miliki Potensi Kawasan Ketahanan Pangan

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani mengulas program strategis dan pencapaian yang telah dilakukan selama memimpin Kabupaten Bulungan, bersama Wakil Bupati Ingkong Ala.

Hal tersebut disampaikan, saat Bupati diundang dalam dialog khusus di Jakarta, pada Selasa (7/11) lalu. Bupati memaparkan, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bulungan 2021-2026, dengan visi mewujudkan Bulungan berdaulat pangan, maju dan sejahtera.

“Bulungan memiliki potensi kawasan ketahanan pangan lebih dari 30 ribu hektare di wilayah Tanjung Buka, yang merupakan wilayah pasang surut. Saat ini, luas lahan efektif 10 ribu hektare. Meliputi wilayah KecamatanTanjung Palas Tengah, Tanjung Selor, dan Tanjung Palas Utara,” sebut mantan Ketua DPRD Bulungan ini, kemarin (10/11).

Selain itu, menurut Bupati, Bulungan juga memiliki potensi buah lokal yang terus dikembangkan. Selama ini kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dalam pembentukan Produk Domestik Reginonal Bruto (PDRB) mencapai 14,70 persen.

“Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan mampu menyerap tenaga kerja terbesar kedua, setelah usaha pertambangan dan penggalian sebesar 32,78 persen,” ungkapnya.

Dalam jangka waktu 4 tahun terakhir, tingkat pertumbuhan PDRB sektor pertanian menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Selalu meningkat dengan rata-rata pertumbuhan 15,89 persen.

Sedangkan untuk menciptakan komoditas unggulan, saat ini tiap wilayah kecamatan atau desa ditetapkan jenis komoditasnya sesuai potensi yang ada. Sehingga tiap desa atau kecamatan, terdapat sentra-sentra komoditas tertentu. Meliputi sentra kakao di Kecamatan Tanjung Palas, kopi di Kecamatan Peso, lada di Kecamatan Tanjung Palas Timur, perikanan di Tanjung Palas Tengah. Lalu, ada juga sentra pangan (palawija) di Desa Sajau Hilir, Tanjung Buka, dan Panca Agung,

Sedangkan sentra ternak sapi di Desa Karang Agung, sentra kambing dan babi di Desa Apung. “Hal itu dilakukan Pemkab Bulungan di tengah keterbatasan anggaran. Agar tiap program berjalan efektif dan efisien,” tegasnya.

Untuk mencapai misi besar kedaulatan pangan Kabupaten Bulungan, disusunlah beberapa program prioritas. Seperti program Mandau Tani, satu desa satu produksi, jaminan hasil produksi pertanian, hingga TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi).

Bupati menjelaskan, Mandau Tani merupakan integrasi program pertanian dalam artian luas. Untuk mewujudkan Bulungan berdaulat pangan berbasis kearifan lokal. Program ini bertujuan, melakukan pengelolaan terpadu hulu-hilir pada aspek kelembagaan.

Satu desa satu produk mengupayakan tiap desa memiliki produk unggulan, dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mendukung pengembangan pangan lokal. Sesuai potensi dan klasterisasi wilayah. Sedangkan untuk jaminan hasil produksi pertanian, memberikan kepastian pembelian terhadap hasil produksi. Sehingga upaya memperoleh produk unggulan berbasis potensi wilayah dapat terpenuhi.

Termasuk gerakan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. “TAKE merupakan program manifestasi dari kepedulian Pemkab Bulungan, dalam melestarikan lingkungan hidup,” tandasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru