TARAKAN – Longsor yang terjadi pada 5 September lalu, diduga dampak cuaca ekstrem. Informasi yang diperoleh, longsor merusak sekira 200 meter badan jalan.
Musibah ini berdampak pada aktivitas warga. Karena akses jalan yang menghubungkan Kecamatan Krayan Induk dengan Krayan Selatan, terputus. Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi M Akbar MD, S.E, M.M mengungkapkan, longsor juga menyebabkan jembatan yang menghubungkan Desa Long Layu dan Pa Upan sepanjang 15 meter rusak.
“Kita dari DPRD pasti prihatin kalau ada longsor seperti ini. Tapi inikan faktor cuaca, hujan saya dengar ekstrem sampai dua hari. Akhirnya jalanan juga jadi longsor,” jelasnya, Kamis (15/9).
Anggota DPRD Kaltara Fraksi Hanura ini sudah meminta Pemprov Kaltara. Dalam hal ini dinas terkait, segera melakukan upaya, agar masyarakat bisa kembali beraktivitas. Ia meminta BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, harus segera melihat kondisi masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Bahkan jika perlu, tegas Andi Akbar, Pemprov Kaltara dapat menganggarkan pada tahun depan, bila harus dilakukan perbaikan jalan. “Jika kondisinya termasuk bencana, Pemprov Kaltara bisa mengeluarkan anggaran tanggap darurat untuk memperbaiki jalan agar kembali terhubung,” pintanya. (kn-2)


