Wednesday, 15 April, 2026

Murid Tak Mau Jauh dari Orangtua

TARAKAN – Hari pertama masuk sekolah bagi peserta didik baru di tingkat SD dan SMP di Tarakan sudah terlaksana Senin (18/7).

Sejumlah anak-anak sekolah yang baru merasakan pengalaman pertama masuk dan duduk di bangku kelas 1. Anak-anak tersebut tampak malu-malu dan tak rela lepas dari orangtuanya. Sehingga sejumlah orangtua harus mengantar anaknya sampai ke dalam kelas.

Seperti yang tampak di SDN 003 Tarakan. Sejumlah murid kelas 1, ditemani orangtuanya tak hanya di pagar sekolah. Tetapi sampai masuk dalam kelas. “Belum bisa bersosialisasi sama teman-teman lainnya jadi grogi harus diantar. Tidak juga tiap hari, tunggu kalau sudah biasa. Karena rumahnya dekat jadi bisa antar dan jemput,” ucap Suliswati usai mengantarkan putrinya, Halifah Islamadina.

Ia mengakui, sudah tiba di sekolah pukul 07.00 Wita. Karena kebijakan sekolah pukul 07.15 WITA sudah harus masuk kelas. Sebenarnya, murid tidak boleh lagi diantarkan sampai ke kelas. Karena sudah diberi kesempatan saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 13 Juli lalu.

“Saat MPLS, orangtua masih bisa antar ke depan kelas. Sekarang sudah tidak bisa sampai di kelas. Tapi hari ini (kemarin, Red) masih ada kebijaksanaan dikasih orangtua antar sampai kelas. Nanti setelahnya tidak boleh lagi,” jelasnya.

Ia juga sudah menyampaikan kepada anaknya, untuk membiasakan diri dan mencari teman baru di sekolah. “Di rumah sudah juga dikasih tahu anak-anak,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru Kelas 6 SDN 003 Tarakan Ali Rahman mengakui, sebelumnya para peserta didik yang lolos harus menjalani MPLS sejak 13 hingga 16 Juli lalu atau berlangsung selama empat hari.

“Pengenalan lingkungan sekolah, orangtua boleh datang. Tapi di saat sudah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, orangtua hanya bisa mengantar sampai di luar pagar,” tegasnya.

Menurut dia, tidak semua anak memiliki keberanian di lingkungan baru terlebih karena kondisi psikologis. Dalam arti, ada beberapa anak yang tidak mau jauh dari orangtuanya. “Jadi ada yang masih belum berani, takut jauh dari orangtuanya pasti ada. Jadi mulai hari ini kami arahkan orangtuanya antar sampai di pagar saja,” ungkapnya.

Ia menyebut, di SDN 003 Tarakan, jumlah siswa diterima sebanyak 112 siswa dari empat rombongan belajar (rombel) yang disiapkan. “Hari ini (kemarin, Red) pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar hari pertama di kelas. Kelas 1 belajar dari pukul 07.15 Wita -10.15 Wita pulang sekolah. Sekarang kami full tatap muka,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru