TARAKAN – Direktorat Polairud Polda Kaltara bersama Polres Tarakan lakukan tes urine terhadap juragan kapal atau nakhoda speedboat di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Selasa (26/4).
Tes urine tersebut untuk mengantisipasi insiden atau hal yang tidak diinginkan dimasa arus mudik. Direktur Polairud Polda Kaltara Kombes Pol Bambang Wiriawan mengakui, pelaksanaan tes urine pada nakhoda yang tiba maupun berangkat melalui Pelabuhan Tengkayu I Tarakan. Dengan tujuan, melihat kesiapan nakhoda dalam keadaan sehat.
“Jika ditemukan terbukti penggunaan amfetamine atau narkoba. Maka dianggap tidak layak untuk berlayar. Ini juga dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Kayan 2022,” jelasnya.
Tes urine dilakukan kepada 6 orang nakhoda. Hasilnya, 6 orang nakhoda negatif penyalahgunaan narkotika atau tidak menggunakan amfetamine. “Sebenarnya tak ada indikasi (penyalahgunaan narkotika pada nakhoda) hanya mengantisipasi saja. Karena kan arus mudik selama dua tahun sebelumnya tidak diperbolehkan,” tegasnya.
Sejauh ini, pihaknya belum pernah mendapati nakhoda yang penyalahgunaan narkotika. Jika nantinya didapati, maka akan dilanjutkan proses pidana dan pihak perusahaan speedboat akan dilakukan peneguran.
“Saat ini sudah dilakukan sampling. Selanjutnya fleksibel saja dan melihat situasi di lapangan. Kalau memang perlu (tes urine kembali) kami laksanakan,” ujarnya.
Pihaknya tetap siaga, dalam pelaksanaan arus mudik kali ini. Pasalnya, pergeseran masyarakat akan meningkat menggunakan jasa transportasi laut. Baik di Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dan Pelabuhan Feri Juata Laut. “Secara nasional, ada 84 juta masyarakat Indonesia yang melakukan mudik,” imbuhnya.
Terkait cuaca buruk, nantinya pihaknya akan mengimbau kepada masyarakat. Setelah update cuaca diperbarui oleh BMKG Tarakan. Rencananya akan melakukan operasi gabungan untuk mengecek alat keselamatan, dokumen pelayaran dan kelaikan kapal, hari ini (27/4).
Pengecekan akan dilakukan bagi kapal atau speedboat yang akan berangkat. Tak hanya itu, jumlah muatan barang dan penumpang turut menjadi perhatian.
“Kalau kelebihan muatan, barang kami turunkan. Kelebihan penumpang, penumpang juga kami turunkan,” ungkapnya.
Sementara pelayaran speedboat lokal rute Nunukan–Tarakan sepi penumpang. Saat ini, dari 12 unit speedboat di Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan, hanya 9 unit yang beroperasi.
“Memang sepi penumpang. Bahkan ada beberapa speedboat yang memuat penumpang jauh dari keharusan. Ada muat enam penumpang saja. Mereka terpaksa beroperasi karena menjaga agar trayeknya tetap jalan,” ujar Kepala UPTD PLBL Liem Hie Djung Nunukan Frans Tony, Selasa (26/4).
Dalam sehari, Frans mencatat ada 200–300 penumpang di PLBL. Jumlah tersebut harus terbagi untuk 9 speedboat yang ada. Keberangkatan dimulai 07.20 Wita dengan speedboat Paula, berlanjut pukul 07.40 Wita speedboat Tri Putri. Lalu speedboat DC melayani pelayaran pukul 08.00 Wita. Pukul 08.20 Wita speedboat Minsen, pukul 09.00 Wita, Sadewa Benuanta, dilanjutkan Sadewa Kaltara pukul 11.30 Wita.
Pukul 12.00 Wita, speedboat Dewa Sebakis dan pukul 02.00 Wita jadwal Malindo.
Tony menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pelayaran sepi. Diantaranya, ekonomi masyarakat masih terpuruk, belum bangkit dari kondisi pasca pandemi Covid-19. Masyarakat malas dengan administrasi dan regulasi prokes. Termasuk dipengaruhi kenaikan harga tiket pesawat.
“Memang terasa sekali perekonomian sejak dihantam pandemi. Kita berharap segera berlalu dan pelayaran berjalan normal seperti sedia kala,” harapnya.
Tony juga mengatakan, sepinya penumpang tidak hanya terjadi di Nunukan. Bahkan di Kota Tarakan, belum ada laporan lonjakan penumpang. Kondisinya masih tetap landai, namun pelayaran penumpang masih lancar.
“Para pengusaha kapal penyeberangan juga mengeluh. Cuman kadang kala mereka menerima carter dari perusahaan. Itu sedikit membantu menutup kerugian,” katanya.
Untuk kasus kapal yang dicarter, Tony mengimbau pemilik kapal supaya melaporkannya ke PLBL. “Laporan akan ditindak lanjuti dengan penjadwalan kapal. Sehingga tak bentrok dengan agenda keberangkatan rutin yang sudah terschedule,” tutupnya. (kn-2)


