Wednesday, 22 April, 2026

Nelayan Dilaporkan Hilang saat Mancing

TARAKAN- Satu orang nelayan bernama Adhie dikabarkan menghilang saat mancing ikan di sekitar perairan Tanjung Pasir, Kota Tarakan sekira pukul 21.00 Wiya, Senin (26/9) lalu.

Tim SAR dari Basarnas Tarakan yang mendapatkan informasi pada Selasa (27/9) pagi, langsung menerjunkan 5 personel untuk melakukan pencarian. Namun hingga kemarin sore, pencarian terhadap pria berusia 30 tahun itu masih belum ditemukan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril melalui Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Dede Hariana menjelaskan, Adhie dikabarkan menghilang melalui keluarganya Rudi saat melakukan aktivitas memancing pada pukul 09.00 Wita. Sekitar pukul 09.20 Wita, personel SAR Tarakan menuju TKP.

“Kami dari Basarnas langsung menerjunkan 5 personel dan 1 unit RIB. Jarak antara kantor dan TKP sejauh 6,02 NM (Nautical Mile), dengan jarak tempuh 30 menit,” jelasnya.

Kronologis kejadian, berdasarkan laporan yang diterima. Korban diketahui pergi memancing sendirian. Namun pada malam hari, didapati hujan yang cukup kencang sehingga diduga menjadi pemicu hilangnya Adhie saat memancing. “Kami sudah menemukan ketingting korban,” ujarnya.

Pada hari pertama pencarian, dengan menyisir di perairan Tanjung Pasir. Tempat diduga korban memancing dan dilaporkan hilang. Personel SAR melakukan pencarian sejauh 1 NM, dari tempat korban dilaporkan hilang. Selain dari Basarnas, nelayan sekitar dan keluarga korban turut membantu lakukan pencarian.

Untuk ketingting korban yang ditemukan, langsung diambil oleh keluarga, dengan cara ditarik menggunakan tali tambang. “Di dalam perahu korban kita tidak menemukan apa-apa, jadi hanya dievakuasi perahu,” tegasnya.

Dari informasi yang didapatkan dari keluarga korban, Adhie memancing ikan hanya seorang diri. Selama ini, korban kerap kali sendirian melakukan kegiatan memancing ikan di laut. Namun saat cuaca buruk, keluarga sudah tidak dapat menghubungi korban lagi. Akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Kantor SAR Tarakan.

“Kami menduga hilangnya karena cuaca ekstrem dan angin kencang. Sehingga membuat terjatuh atau terbalik,” ungkapnya.

Pencarian hari kedua rencana akan dilanjutkan hari ini (28/9). Titik pencarian terhadap korban masih akan dilakukan tak jauh dari lokasi dinyatakan hilang. Dengan adanya kejadian tersebut dan diprediksi cuaca buruk masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan. Pihaknya mengimbau agar semua kegiatan melaut yang cukup membahayakan, sementara waktu dihindari. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru