TARAKAN – Kasus pencabulan yang dilakukan oknum guru honorer di salah satu SMK di Tarakan, menjadi perhatian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara.
Oknum guru berinisial UM sudah ditetapkan tersangka sejak 21 September lalu. Sementara korban yang diduga berjumlah 3 siswi, juga mendapatkan pendampingan dari Unit PPA Polres Tarakan. Kepala Dinas Disdikbud Kaltara Teguh Hendri Sutanto saat dikonfirmasi mengatakan, perbuatan yang dilakukan tersangka sudah melanggar etika profesi guru dan melanggar etika moral.
“Tak pantaslah dilakukan seorang guru. Jadi, meskipun guru dari sekolah swasta, tapi kami sebagai pembina di sekolah swasta juga cukup prihatin. Ini menjadi tamparan bagi saya juga. Kok bisa ada oknum guru melakukan seperti itu,” tegasnya, Jumat (30/9).
Menurutnya, seorang guru harus bisa membangun karakternya sendiri untuk jadi contoh di masyarakat. Pihaknya sudah lakukan penelusuran. Ternyata memang benar oknum guru tersebut melakukan pelecehan terhadap siswinya.
“Sudah diproses di Polres Tarakan. Nanti dari pihak yayasan harus bersikap tegas dengan mengeluarkan atau memberikan pemecatan (tersangka) dari jabatan guru. Karena merusak citra nama sekolahnya,” ujarnya.
Ia menilai, profesi guru harus dapat dicontoh dan ditiru. Sebagai teladan masyarakat di sekolah dan di manapun berada. Harus memberikan contoh yang baik. Dengan adanya permasalahan seperti ini, Disdikbud akan menindak tegas. Oknum yang mencoreng nama baik guru, terutama melakukan tindakan asusila sanksinya harus dipecat.
“Intinya harus dipecat. Harus ya. Biar jadi peringatan yang lain juga. Kasus ini sampai ke kami, ada laporan secara berjenjang,” harapnya.
Setelah mendapatkan informasi pencabulan ini, Disdikbud sudah membentuk tim untuk melakukan pendampingan terhadap korban. Psikolog juga dilibatkan, agar tidak ada trauma berkepanjangan. Bahkan, Cabang Disdikbud Kaltara di Tarakan juga diminta untuk melakukan pendampingan secara pro aktif. Termasuk menurunkan guru konselor, agar membantu pemulihan korban.
Info yang ia terima, sebenarnya kejadian pencabulan yang dilakukan oknum guru tersebut sudah cukup lama. Namun baru terungkap setelah korbannya membuka suara. Belakangan diketahui korbannya ada tiga siswi.
“Baru terungkap karena laporannya, seorang muridnya nangis-nangis. Sering menangis, setelah ditanya ada pelecehan dari guru. Makanya orang tua melaporkan ke Polres Tarakan,” tuntasnya. (kn-2)


