Sunday, 21 June, 2026

Operasi Siaga SAR Selama 3 Pekan

TARAKAN – Jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Tarakan resmi memulai operasi siaga SAR mulai 18 Desember 2023-7 Januari 2024 atau selama 3 pekan.

Sebanyak 60 personel disiagakan di area penyeberangan, penerbangan Tarakan dan Nunukan serta objek wisata. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril mengatakan, dalam siaga SAR kali ini lebih mengutamakan sisi humanis berupa pendekatan ke masyarakat. Dalam melakukan edukasi menjaga keselamatan perjalanan saat menggunakan transportasi laut.

Bahkan dilakukan sosialisasi di transportasi udara atau di bandara. “Ada sosialisasi nanti di lapangan dari personel. Personel bersinggungan langsung ke masyarakat. Jadi ada sedikit informasi ke masyarakat,” tuturnya, Senin (18/12).

Informasi yang diberikan, diantaranya penggunaan life jacket saat hendak memulai perjalanan di atas laut dan peringatan cuaca dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sementara Pos Siaga SAR akan didirikan di Pelabuhan Malundung, Pelabuhan Penyeberangan Juata Laut, Tengkayu I Tarakan dan Bandar Udara Juwata Tarakan serta satu Pos SAR di Nunukan.

“Kalau Nunukan satu pos saja. Kami nanti gerakkan kapal ke Nunukan selama 2 sampai 3 hari untuk penguatan,” ujarnya.

Sementara untuk siaga di titik objek wisata, seperti Pantai Amal pihaknya menyesuaikan dengan tingkat keramaian objek wisata di akhir tahun. Salah satunya personel akan bersiaga, jika pengunjung membutuhkan pertolongan SAR sewaktu-waktu.

“Mungkin lebih ke lonjakan masyarakat ke objek wisata. Biasa kami mobile, tapi kalau ramai kita standby. Kalau imbauannya lebih hati-hati melihat dan mengawasi anggota keluarga, jangan sampai lepas dari pengawasan terutama anak-anak,” pesannya.

Dalam siaga SAR Nataru 2024, pihaknya mengerahkan seluruh armada yang dimiliki Basarnas Tarakan. Tak hanya di laut, alutsista darat akan disiagakan guna operasi mobile di darat. Ditegaskan Syahril, dalam siaga SAR seluruh alutsista harus dimaksimalkan. Adapun untuk alut KN Seta akan bergerak mobile dari Tarakan ke Nunukan. “Habis itu kembali ke Tarakan lagi. Seta sifatnya mobile,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru