TANJUNG SELOR – Operasi Zebra Kayan 2022 bakal terlaksana selama dua pekan, mulai 3-16 Oktober mendatang. Polda Kaltara bakal mengoptimalkan penerapan tilang berbasis Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) dan penggunaan aplikasi Traffic Inteligent Partner Service (TRIPS).
Untuk penerapan ETLE, sementara ini baru di Kota Tarakan. Meskipun hal tersebut akan dimulai November mendatang. Menurut Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Dirlantas Kombes Pol Rachmad Iswan Nusi, penerapan ETLE di kabupaten lain akan menyusul. Pasalnya, masih perlu mempersiapkan fasilitas pendukung.
Selama penerapan ETLE di Kota Tarakan, kendala yang ditemukan berkaitan dengan jaringan telekomunikasi. Untuk mengatasi persoalan itu, sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Telkomsel.
“Dalam penerapan tilang berbasis elektronik, perlu kolaborasi bersama semua pihak,” ujarnya, beberapa waktu lalu.
Dikatakan Iswan, untuk kesiapan provider dan lainnya masih menjadi kewenangan Telkomsel. Karena sesuai dengan kekuatan jangkauan yang ada di wilayah masing-masing. Penerapan ETLE dilihat dari karakteristik wilayah pelanggaran, yang mendominasi.
“Seperti penggunaan sabuk pengaman (safety belt) untuk kendaraan roda empat. Sabuk pengaman itu penting untuk keselamatan pengendara,” ungkapnya.
Sementara dalam penerapan aplikasi TRIPS direncanakan Oktober ini. Sehingga sudah dilakukan operasi penindakan, setelah dilakukan tahap sosialisasi dan uji coba.
“Penilangan secara elektronik sudah kita mulai Oktober ini,” imbuhnya.
Penilangan secara elektronik, nanti berkolaborasi dengan Kantor Pos . Apabila ada pelanggaran lalu lintas terdeteksi ETLE, maka identitas kendaraan akan muncul di sistem. Untuk surat penilangan akan diantar petugas Kantor Pos, ke alamat yang sudah tertera.
Terhadap pelanggar, bisa melakukan pembayaran melalui pihak bank yang sudah tertera. Jika pelanggar mengabaikan surat penilangan tersebut atau enggan untuk membayar denda, sesuai jenis pelanggaran. Maka Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) secara otomatis akan dibekukan.
Di lain pihak, Kepala Kantor Pos Cabang Tanjung Selor Ridwan akan mengkaji terlebih dahulu, perihal penilangan berbasis elektronik. Namun, dia akui, akan mengikuti arahan dari pusat mengenai rencana tersebut.
“Kalau untuk kesiapan personel, kita pasti siap. Tapi kan ini masih awal, artinya perlu pembahasan lebih lanjut mengenai teknisnya seperti apa,” singkatny. (kn-2)


