Friday, 10 April, 2026

Pelabuhan Malundung Tarakan Diduga Masih Ada Calo

TARAKAN – Situasi mudik Lebaran tak jarang dimanfaatkan para calo untuk menggaet penumpang. Alih-alih dapat berangkat dengan tiket resmi, calo malah membohongi penumpang dengan tidak menerbitkan tiket keberangkatan.

Seperti yang terjadi pada beberapa waktu lalu, calo sempat bermasalah di Pelabuhan Malundung. Sehingga, puluhan penumpang tujuan Toli-toli tidak bisa berangkat. Menanggapi ini, Kepala KSOP Tarakan Mukhlis Tohepaly mengatakan, oknum calo ini masih ditemui di Pelabuhan Malundung. Namun pihaknya berharap, akan ada ketegasan bersama pihak kepolisian untuk memberantas calo.

“Dari Pelindo sudah berupaya menggandeng Marinir untuk menghilangkan hal seperti itu. Memang ini hal yang sudah terlalu lama dan dianggap biasa,” terangnya, Selasa (18/4).

Pihaknya juga menyiagakan petugas yang berjaga di setiap pintu masuk pelabuhan. Terdapat sekitar 11 petugas gabungan disiagakan, dalam aktivitas embarkasi dan debarkasi penumpang. Menyinggung adanya penumpang tak memiliki tiket, namun memasuki dermaga pelabuhan. Diduga ada oknum calo yang memiliki akses terbuka pada saat itu. Sehingga pihaknya telah menutup semua akses dan memberlakukan satu pintu.

Hal ini dilakukan guna mempermudah pengawasan petugas terhadap penumpang maupun calo tiket. “Pas pergerakan penumpang mungkin petugas lalai. Terus ada orang-orang calo digunakanlah berbagai cara, untuk bisa tembus,” ungkapnyaa.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar menegaskan, untuk permasalahan calo ini harus kembali dikoordinasikan bersama Pelindo, Pelni, KSOP dan Dinas Perhubungan. Menurutnya, pihak kepolisian hanya bertugas mengawasi.

“Situasi yang tidak ideal ini menyebabkan banyaknya calo yang ingin ikut andil, dalam penjualan tiket non seat. Jadi tugas dan kewenangan kami yang tidak bisa mengatur sampai kesitu. Teman-teman KSOP, kemudian Pelni ataupun pihak pelabuhan yang harus duduk bersama. Kalau polisi mengawasinya,” ujarnya.

Pihaknya pun menilai, permasalahan pada calo ini terletak pada tiket non seat yang dibuka setelah habisnya tiket seat. Meski pembukaan tiket non seat ini memiliki kebijakan. Namun hal ini selalu berpotensi menjadi permasalahan. Terkait permasalahan calo ini, pihaknya telah meminta Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) untuk menindaklanjuti.

“Masyarakat berharap juga mau berangkat. Permasalahan calo ini yang kami dalami. Apalagi menjual tiket palsu tentu kami proses pidana. Tapi permasalahannya bukan tiket palsu. Ternyata tiket non seat yang belum terkomunikasikan dengan baik,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru