TARAKAN – Pelaku perkelahian di salah satu warung makan di Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Timur, pada Kamis (1/2) lalu menyerahkan diri ke Mako Polres Tarakan.
Tiga pelaku masing-masing berinisial PL, KR dan AN menyerahkan diri di hari yang sama. “Ketiganya menyerahkan diri langsung. Selanjutnya dilakukan mediasi dengan pemilik warung,” ujar Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Randhya Sakthika Putra, Minggu (4/2).
Hasil mediasi, ketiga pelaku yang terlibat perkelahian siap membayar kerugian kerusakan fasilitas warung makan sebesar Rp 20 juta. Fasilitas warung makan yang rusak seperti meja, kursi dan kulkas. Sehingga pemilik warung makan telah mencabut laporan polisi usai dimediasi.
Berkaitan motif perkelahian, salah seorang pelaku mengaku tersinggung atas ucapan pelaku lain. Pada saat ketiganya menjadi pengunjung warung makan. Aksi perkelahian mereka diperparah karena pengaruh konsumsi minuman beralkohol di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM).
“Ada kata-kata kasar dari salah satunya, dan saat makan di warung itu. Bukan saat di dalam (THM). Salah seorang dari ketiganya terluka pada bagian lengan karena perkelahian,” ungkapnya.
Randhya mengimbau bagi masyarakat yang pergi ke THM, agar tidak membuat gaduh dan meresahkan warga. Selain itu, bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain. “Kalau memang mau mencari hiburan itu boleh, asal jangan sampai mengganggu ketertiban umum saja,” pesannya.
Diberitakan sebelumnya, jagat media sosial (medsos) dihebohkan terkait video aksi perkelahian di warung makan sekitar Kelurahan Kampung Satu Skip, Tarakan Timur, sekira pukul 03.00 Wita, Kamis (1/2).
Dalam video tersebut, terjadi aksi pengrusakan warung makan dan kejar-kejaran antara ketiga pelaku. Aksi mereka sempat membuat kemacetan di ruas jalan dan membuat cemas warga sekitar. (kn-2)


