Tuesday, 28 April, 2026

Pembangunan RSJ Jadi Usulan Kaltara ke Pemerintah Pusat

TANJUNG SELOR – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dinilai sangat penting bagi daerah. Bukan hanya sebagai tempat penampungan warga yang mengalami keterbelakangan mental. Namun juga sebagai tempat pengobatan bagi ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa).

Di Indonesia, ada enam provinsi yang belum memiliki fasilitas RSJ. Meliputi Provinsi Kepulauan Riau, Banten, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Papua Barat.

Dengan tidak adanya fasilitas kesehatan jiwa, bisa mengakibatkan kurangnya penanganan masalah kesehatan jiwa. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman. Menurut Usman, Pemprov Kaltara tahun ini telah mengusulkan dan memasukan RSJ dalam skala prioritas.

Untuk penanganan ODGJ, dengan keterbelakangan mental juga harus menjadi perhatian. Di mana banyaknya keluhan masyarakat mengenai ODGJ, yang tidak ditangani dengan baik. Sehingga terkadang mengganggu masyarakat.

“Kita masukkan dalam skala prioritas pembangunan RSJ. Ini langkah yang kita harus capai,” ungkapnya, Minggu (30/1).

Usulan RSJ juga mendapatkan respon dari pusat. Meski belum diketahui, usulan itu disetujui atau tidak. Usulan tersebut pun dibarengi dengan ketersediaan lahan. Pusat meminta daerah menyiapkan lahan untuk pembangunan RSJ. Nantinya, pembangunan fisik bangunan akan dianggarkan oleh Pemerintah Pusat.

“Jadi kita usulkan, dengan catatan kita siapkan lahan dan pendanaan fisik dari pusat. Kita sudah lakukan beberapa kali pertemuan dan sudah disampaikan bahwa lahan tengah diupayakan,” terangnya.

Dalam pembangunan RSJ dibutuhkan lahan seluas 7 hektare. Namun, Dinkes belum tahu RSJ tipe berapa yang dibangun nantinya. Termasuk alokasi anggaran yang nantinya digelontorkan dari Pemerintah Pusat. Dinkes saat ini masih mencari lokasi yang tepat untuk dibangunkan RSJ. Usman menilai, idealnya RSJ berada di Tanjung Selor.

“RSJ itu memiliki banyak ruangan. Kita juga belum memiliki pengalaman mengenai RSJ. Itu nanti bakal tersedia poli dan rencananya gabung dengan rumah sakit ketergantungan obat. Selain menangani ODGJ, akan tangani masyarakat yang ketergantungan pada obat,” urainya.

Dinkes Kaltara masih menunggu penunjukkan lahan. Jika dibangun di luar Tanjung Selor akan banyak pertimbangan. Salah satunya akses untuk mengantar pasien ODGJ. “Kalau di Tarakan atau Nunukan, sulit untuk rujukan. Makanya, kita memilih Tanjung Selor karena sudah paling tepat,” tuturnya. (kn2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru