Friday, 19 June, 2026

Pembangunan SPBU Khusus Nelayan, April Bisa Beroperasi

TARAKAN – Menindaklanjuti keluhan nelayan terkait ketersediaan Solar, yang disampaikan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo belum lama ini. Pihak Pertamina Depo Tarakan berencana akan membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus nelayan di Tanjung Batu, Tarakan Timur.

“Nantinya diharapkan SPBU nelayan di Tanjung Batu, bisa menjadi tempat penyalur BBM bagi nelayan yang ada di sekitar Tanjung Batu dan Tanjung Pasir,” ujar Sales Branch Manager Rayon V Kaltimut Pertamina Depo Tarakan, Azri Ramadan Tambunan, Minggu (12/3).

Saat ini, pihaknya sudah melakukan pemerataan lahan. Sekaligus mengurus izin yang sebagian belum dikeluarkan. Ia menegaskan, sebelum kunjungan Presiden, pihaknya sudah mengajukan pembangunan SPBU khusus nelayan.

“Setelah ditinjau pak Presiden, kami percepat pembangunan SPBU itu. Maka dari itu, kami menargetkan SPBU nelayan di Tanjung Batu bisa beroperasi dengan menggunakan bangunan sementara,” harapnya.

Meski hanya bangunan sementara, ia menegaskan bangunan tetap sesuai dengan kaidah keselamatan. Pelayanan nantinya akan menggunakan kating agar lebih cepat. Sementara pemasangan dispenser membutuhkan waktu yang lama.

“Kami berusaha satu bulan kemudian (April) bisa beroperasi. Kami berharap pembangunan SPBUN sementara tidak terhambat oleh beberapa faktor. Seperti cuaca dan ketersediaan material,” tuturnya.

Bahkan usai kunjungan Presiden Jokowi, pihaknya sudah melakukan peninjauan lokasi. Untuk bertemu dan melakukan audiensi dengan para nelayan. Dalam audiensi tersebut, turut dihadiri perwakilan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kaltara dan Pemkot Tarakan.

“Ternyata BBM yang digunakan mereka tidak hanya Solar. Namun para nelayan juga banyak menggunakan Pertalite. Kapal nelayan juga ketika kami survei, menggunakan mesin tempel yang berbahan bakar Pertalite,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara Rustan berharap keluhan nelayan segera direalisasikan. “Itu harapan besar kami loh. Kami maunya BBM ada pas mau pergi melaut. Sekarang kan nyatanya setiap mau melaut, BBM tidak ada di setiap APMS (Agen Penyalur Minyak dan Solar),” ujarnya.

Pihaknya meyakini, keluhan para nelayan sudah disampaikan Presiden RI ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain BBM, Rustan menyampaikan agar kampung nelayan yang terletak di Tanjung Pasira dapat ditata oleh pemerintah.

Menurutnya, wilayah lain perkampungan nelayan ada yang sudah dibantu oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Ya pasca kunjungan Presiden, ada pembangunan juga. Kami sampaikan persoalan pemberdayaan, pelindungan sosial secara nasional,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru