Wednesday, 20 May, 2026

Pembangunan TPS3R Sebengkok Kurang Sosialisasi

TARAKAN – Komisi III DPRD Tarakan menilai pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) di Jalan KH Agus Salim, Kelurahan Sebengkok, Tarakan Tengah kurang dilakukan sosialisasi.

Sehingga warga sekitar TPS3R mengeluhkan adanya bau menyengat dan proses pembersihan yang tidak maksimal. Ketua Komisi III DPRD Tarakan Muhammad Hanafia mengakui, sudah ada beberapa TPS3R di Tarakan difungsikan. Namun yang berada di Kelurahan Sebengkok selalu menjadi keluhan dan sorotan.

“Pada awalnya, kami sudah melakukan kunjungan lapangan. Setelah difungsikan sekitar sebulan, ternyata diketahui PDAM belum masuk dan kWh listrik juga belum ada. Ditambah lagi drainase di sekitarnya belum diperbaiki. Sudah kami beri teguran,” tegasnya, Minggu (23/10).

Setelah ditegur, Dinas Pekerjaan Umum Tarakan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan tindak lanjutnya drainase sudah diperbaiki. Termasuk proses pembersihan, penyiraman air yang awalnya hanya satu kali sekira pukul 10.00 Wita ke jalan raya ini juga yang dikomplain warga sudah beralih ke drainase. Penyiraman air ini, kata dia juga mengurangi bau sampah.

Selanjutnya, PDAM sudah terpasang sepekan setelah kunlap dilakukan dan kWh listrik pun dalam progres. Menurutnya, titik utama di PDAM, kWh dan drainase ini menjadi puncak ketidaknyamanan yang dikeluhkan warga.

“Bagaimana bisa pembersihan kalau airnya kurang. Bagaimana mau memompa kalau tidak ada listrik dan bagaimana bisa tidak bau kalau air yang disiram salurannya ke jalan raya. Jadi, warga kalau mengeluh bau ya wajar, karena tidak maksimal dalam penanganan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, TPS3R ini merupakan tempat transfer sampah untuk pemilahan sampah plastik dan organik maupun kertas. Menurutnya, hal tersebut harus dijelaskan kepada warga melalui edukasi. Agar persepsi warga, TPS3R bukan tempat penampungan sampah.

Ia juga mengakui, adanya TPS3R di tengah pemukiman warga tidak etis. Tapi memang tidak ada tempat lagi, Tarakan sudah padat penduduk. Hanya saja tindakan efektif dari petugas TPS dan pendampingan yang dilakukan DLH Tarakan dianggap paling penting.

“Jangan sampai TPS jadi, fasilitasnya kurang. Akhirnya keluhan makin banyak. Namanya program baru kan bertahap diperbaiki. Tak mungkin begitu mudahnya langsung sempurna. Apalagi yang menggunakan TPS3R ini ada ribuan orang. Kami menjaga supaya maintenance terus,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru