Tuesday, 28 April, 2026

Penduduk Miskin di Kaltara Selama 6 Tahun Jumlahnya Fluktuatif

TANJUNG SELOR – Selama tahun 2016-2021, jumlah penduduk miskin di Provinsi Kalimantan Utara fluktuatif. Hal ini sejalan dengan persentase penduduk miskin.

Peningkatan penduduk miskin terbesar terjadi pada September 2016. Dengan jumlah peningkatan penduduk miskin 5,91 ribu jiwa. Pada Maret 2016, jumlah penduduk miskin 41,12 ribu jiwa (6,23 persen). Kemudian menjadi 47,03 ribu jiwa (6,99 persen) pada September 2016.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri. Menurutnya, penurunan jumlah penduduk miskin terbesar terjadi pada Maret-September 2021, sebesar 3,37 ribu jiwa. Jumlah penduduk miskin pada Maret 2021 52,86 ribu jiwa (7,36 persen). Menjadi 49,49 ribu jiwa pada September 2021 (6,83 persen).

“Pada September 2020, diakibatkan pandemi Covid-19 kembali terjadi peningkatan penduduk miskin 0,9 ribu jiwa. Menjadi 52,7 ribu jiwa atau 7,41 persen,” jelas Tina, Sabtu lalu (26/3).

Meskipun demikian, setelah September 2020 terjadi penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin. Apabila ditinjau dari wilayah perdesaan dan perkotaan, masih terdapat disparitas jumlah penduduk miskin.

“Penduduk miskin lebih banyak berada di daerah perdesaan. Pada Maret 2020, penduduk miskin di daerah perkotaan 23,35 ribu jiwa. Di daerah perdesaan 28,43 ribu jiwa,” sebutnya.

Jika dilihat dari wilayah kabupaten/kota. Maka, Kota Tarakan memiliki jumlah penduduk miskin paling tinggi, jika dibandingkan kabupaten lainnya, yaitu 17,57 ribu jiwa pada tahun 2021. Sedangkan persentase penduduk miskin tertinggi berada di Kabupaten Bulungan, dengan 10,03 persen pada tahun 2021. Kabupaten Tana Tidung (KTT) memiliki jumlah dan persentase penduduk miskin terkecil di Kaltara. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru