TANJUNG SELOR – Penggunaan Fuel Card dari PT Pertamina untuk pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU, direncanakan bakal diterapkan.
Hal itupun mendapat apresiasi Ketua Komisi II DPRD Bulungan Mohammad Nafis. Dia menilai, bila diterapkan akan sangat bagus. Mengingat, kendaraan yang mengantre di SPBU untuk lakukan pengisian masih sering terjadi.
“Antrean kendaraan mengisi BBM bukan hanya terjadi di SPBU Jalan Sengkawit. Bahkan, SPBU di KM 2 pun terlihat sama. Ketika adanya antrean itu secara otomatis pengguna jalan menjadi terganggu,” tutur Politisi PKS ini, kemarin (15/6).
Apabila kemacetan kendaraan karena antrean di SPBU dibiarkan, tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. “Kita berharap kepada pemerintah daerah melalui tim pengendali BBM, supaya para pengetap bisa ditertibkan,” tegasnya.
Menjamurnya pengetap ini, menurut Nafis, karena minimnya pengawasan dari instansi terkait. “Kita pernah sidak, tapi hanya bertahan beberapa bulan saja. Setelahnya, pengetap kembali menjamur,” ungkapnya.
Diharapkan, ada tindakan nyata di lapangan oleh pemerintah daerah. Tim pengendali BBM mestinya cepat tanggap dan bertindak sesuai peraturan pemerintah daerah (Perda). Adanya perda itu, dijadikan dasar untuk penindakan. Pasalnya, meskipun SPBU banyak jumlahnya tapi pengetap belum ditertibkan. Maka antrean panjang di SPBU masih bakal terjadi. Adanya penerapan kartu saat pembelian BBM diharapkan mampu memecahkan persoalan yang ada saat ini. (adv)


