TANJUNG SELOR – Logistik Pemilu 2024 berupa surat suara yang tersimpan di Dome Center Tanjung Selor, sudah dilakukan penyortiran dan pelipatan, Senin (8/1). Dalam proses tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bulungan melibatkan 100 orang.
Pantauan media ini di lokasi, yang terlibat melipat dan sortir surat suara dari berbagai kalangan. Baik mahasiswa, masyarakat dan penyelenggara pemilu. Proses pelipatan dan penyortiran ini dilakukan secara ketat dan diawasi. Bahkan, dilakukan pemeriksaan badan bagi yang dilibatkan pelipatan dan sortir ketika keluar dari area yang sudah ditentukan.
“Hari ini (kemarin, Red) kita lipat dan sortir surat suara untuk Pemilihan Presiden. Jika nanti malam sudah selesai, lanjut untuk surat suara DPD,” terang Ketua KPU Bulungan Lili Suryani, kemarin (8/1).
Jumlah surat suara untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) sebanyak 114.588 lembar. Dari jumlah itu tetap dilakukan penyortiran, untuk memastikan kondisi surat suara tidak ada yang rusak.
“Kita lihat sudah ada beberapa kondisi surat suara rusak. Surat suara yang rusak, nantinya akan dilaporkan dan meminta untuk diganti,” ujarnya.
Surat suara yang tersimpan di Dome Center, masih kurang untuk DPRD Provinsi. Informasi yang diterima KPU Bulungan, kekurangan surat suara untuk DPRD Provinsi masih dalam perjalanan dari Berau. Menurut Lili, proses penyortiran dan pelipatan surat suara ini ditargetkan bisa terselesaikan paling lama 10 hari ke depan.
“Kita berharap proses pelipatan dan penyortiran surat suara bisa selesai 5 hari,” harapnya.
Di tempat yang sama, Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami mengungkapkan, untuk pelipatan surat suara di masing-masing kabupaten dan kota memang tidak ditentukan kapan jadwalnya.
“Tapi ada KPU kabupaten dan kota yang sudah memulai sejak 6 Januari lalu. Untuk KPU Bulungan memang baru mulai hari ini (kemarin, Red). Pada prinsipnya, seluruh KPU kabupaten kota sudah memulai proses pelipatan dan penyortiran surat suara,” jelas Suryanata.
Suryanata pun menekankan, agar KPU kabupten kota membuat timeline dalam proses penyelesaikan pelipatan dan penyortiran surat suara. Terpenting, menurut Suryanata, pelipatan dan penyortiran ini tidak mengejar cepat selesainya. Tapi, harus benar-benar akurat dan teliti. Untuk memastikan surat suara tidak ada yang rusak dan bisa digunakan saat Pemilu 2024.
“Masing-masing KPU kabupaten kota bisa menginformasikan lebih awal, dalam proses sortir dan lipat surat suara. Nantinya bisa kita dapatkan, jumlah sesungguhnya tiap kotak suara. Apakah sudah sesuai yang tertera oleh pihak penyedia atau kurang,” tuturnya.
Termasuk memastikan surat suara yang disortir dan dilipat harus dalam keadaan baik, tidak ada yang rusak. Jika ada surat suara yang rusak, agar bisa dilaporkan. Sehingga, dapat menghitung waktu untuk minta pengganti surat suara yang ditemukan rusak.
“Untuk di Bulungan, yang memang dihitung masih kurang. Khususnya surat suara DPRD Provinsi. InsyaAllah hari ini (kemarin, Red) bisa sampai di Bulungan, selambat-lambatnya malam,” ungkapnya.
Pada prinsipnya, Suryanata menegaskan, logistik Pemilu 2024 yang sudah ada di masing-masing KPU kabupaten kota akan didokumentasikan. Apabila terdapat kelebihan atau kekurangan surat suara, akan dilaporkan. (kn-2)


