TARAKAN – Kronologis awal oknum polisi yang diduga salah tembak, yang disampaikan Ketua RT 21 Kelurahan Juata Permai, dinilai Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia keliru.
Pasalnya, saat itu mobil personel Polres Tarakan ditabrak oleh pelaku tindak kejahatan yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Sehingga personel memberikan tembakan terukur ke arah pelaku, namun malah mengenai warga.
“Yang ada di situ (TKP) cuma dua orang. Yakni polisi dan ibu itu (korban). Engga ada orang lain di situ. Begitu pelaku lewat dan di stop, pelaku menabrak polisi. Itu yang membuat personel memberikan tindakan terukur,” terangnya, Kamis (29/9).
Namun saat itu, korban sedang mengisi bensin ke mobil polisi dalam keadaan jongkok. Di waktu yang bersamaan, korban langsung berdiri dan tembakan personel Jatanras Polres Tarakan mengenai korban. “Posisi korban saat berdiri belum sempurna. Makanya (peluru) kena di belakang (tubuh korban),” ungkapnya.
Pihaknya sudah bertanggung jawab dalam pengobatan korban. Bahkan ia dengan Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya sudah menjenguk korban.
Berdasarkan keterangan dokter di RSUD dr Jusuk SK, kata Taufik, kondisi korban saat ini sudah membaik. Sudah tidak ada peluru yang tersisa di tubuh korban. “Dokter bilang, peluru itu tembus. Sudah dilakukan lah penindakan semua. Ibu itu (korban) bisa ngobrol juga sama anggota,” ujarnya.
Ia menegaskan, satu personel yang diduga menembak warga sudah ditangani oleh Bidang Propam Polda Kaltara. Penanganan oknum polisi yang salah tembak ini sangat menjadi atensi.
“Permohonan maaf juga dari kami. Ini kekhilafan dan bukan disengaja sama sekali. Yang menyebabkan timbulnya korban. Padahal personel kami sudah mengikuti prosedur. Tapi saat di lapangan, situasi bisa berubah. Namun harus sesuai pertimbangan,” tuturnya.
Untuk suami korban, lanjut Taufik, sudah bersedia dibantu dalam hal pengobatan selama di rumah sakit. Namun ia juga mengimbau, kepada masyarakat agar tidak kembali membicarakan kejadian tersebut. “Karena tidak baik nanti bagi korban,” harapnya.
Diketahui, oknum polisi di lingkungan Polres Tarakan diduga salah sasaran saat akan menembak pelaku tindak pidana kejahatan. Nahasnya, peluru tembakan mengenai, Hasnah salah seorang warga Perumahan PNS, RT. 21, Kelurahan Juata Permai sekira pukul 14.00 Wita, Selasa (27/9) lalu. (kn-2)


