Sunday, 19 April, 2026

Polri Siapkan Wadah Rumah Kebangsaan

TANJUNG SELOR – Mahasiswa dan tokoh masyarakat di Kaltara memiliki andil dan peran penting, dalam mengontrol kebijakan pemerintah serta mengawal jalannya roda pemerintahan.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya saat melaunching Rumah Kebangsaan Cipayung Plus di Kaltara, Rabu (24/8). Kapolda mengatakan, perlu ada wadah atau tempat khusus, untuk berkumpul bagi kalangan mahasiswa yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

Dengan adanya Rumah Kebangsaan, akan menjadikan satu wadah untuk saling berpikir dan berdiskusi merumuskan pemikiran yang positif. Dalam membangun dan mengawal proses pembangunan di Kaltara.

“Rekan-rekan mahasiswa ini sangat diperlukan. Mereka juga nantinya yang akan menjadi calon pemimpin masa depan,” terang Kapolda.

Pada kesempatan itu, Kapoldal meminta di kabupaten dan kota untuk mengelar hal serupa. Bukan hanya di provinsi, tapi ada tindaklanjut nyata di kabupaten/kota.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bulungan Amos mengatakan, dengan adanya Rumah Kebangsaan yang difasilitasi Polri, bisa menjadi wadah pemersatu bangsa.

“Semoga ke depan dengan adanya wadah ini bisa menjadi tonggak sejarah, dalam mengawal pembangunan di Kaltara,” ungkap Amos.

Kolaborasi bersama lintas sektoral, bakal dilakukan dalam waktu dekat. Di tempat yang sama, Ketua Cabang HMI Tanjung Selor Muhammad Al Bahasyim menyinggung kepada jajaran Polda Kaltara. Terkait kasus yang viral saat ini, dengan adanya ”Kaisar Sambo” di institusi kepolisian.

“Jangan sampai di Kaltara ada Kaisar Sambo yang lain. Karena itu, akan mencederai asas prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan (Presisi) Polri,” singkatnya.

Menanggapi statement tersebut, Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya menjelaskan, sesuai arahan Kapolri tentunya Polda Kaltara tetap melakukan itu. “Kita harus laksanakan dan pastikan hal seperti itu tidak terjadi di Kaltara. Tentunya kami berupaya dan tidak bisa sendiri, tanpa ada peran dari masyarakat serta mahasiswa,” tutur Kapolda.

Untuk mengantisipasi segala kemungkinan terjadi, ke depannya akan meningkatkan komunikasi lintas stakeholder. Bahkan, Kapolda mempersilakan untuk memberikan masukan terhadap kinerja kepolisian.

“Jangan sampai nanti kasusnya sudah terjadi baru dilaporkan. Karena itu agak berat kita tangani. Namun, apapun yang terjadi, mengharapkan peran dari masyarakat dan rekan-rekan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kaltara,” ujarnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru