TARAKAN diguyur hujan dengan intensitas lebat yang disertai kilat dan petir, pada Senin (11/9). Akibatnya terdampak banjir di Kelurahan Pamusian, Kelurahan Karang Anyar, Jalan Mulawarman, Jalan Gajah Mada hingga Jalan Sei Sesayap.
Berdasarkan rilis cuaca yang dikeluarkan Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, hujan lebat disertai kilat dan petir sudah terlebih dahulu terjadi di Nunukan dan Malinau, Minggu (10/9) malam. Kemudian hujan disusul ke wilayah Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan dan Kabupaten Tana Tidung (KTT).
“Sementara hujan masih diprediksi turun dengan intensitas ringan, di wilayah Tarakan dan Tanjung Selor. Nunukan dan Tana Tidung diprediksi berawan, Malinau berkabut,” tegas Prakirawan BMKG Tarakan Raa’ina Farah Nur Annisa, kemarin (11/9).
BMKG juga mengeluarkan informasi iklim dasarian atau 10 hari kedepan, untuk wilayah Kaltara. Dalam rangkumannya, pada 11-20 September 2023 mendatang wilayah Kaltara diperkirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Dengan disertai kilat atau petir dan angin kencang pada siang, malam dan dini hari.
Peluang hujan berkisar dari rendah ke menengah atau 20-150 mili meter (mm) atau sebesar 90 persen. Sifat hujan juga di atas normal berkisar 116-200 persen. Diperkirakan hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi di wilayah Sesayap, Muruk Rian, Tana Lia, Betayau, Mentarang Hulu, Malinau Utara, Mentarang, Malinau Barat, Malinau Selatan Hulu dan Hilir, Malinau Selatan, Sungai Tubu, Sekatak, Peso dan Tarakan.
“Diimbau agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometrologi, baik basah atau yang kering,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep mengimbau, bagi masyarakat terutama yang tinggal di lereng perbukitan agar waspada. Saat hujan melanda dengan intensitas tinggi, warga diharap meninggalkan rumah. Sehingga warga tidak ikut menjadi korban longsor.
“Bagi masyarakat yang meminta bantuan atau memberikan laporan kebencanaan terkait cuaca buruk. Dapat langsung menghubungi pihak kecamatan atau kelurahan terdekat dahulu. Atau kalau sudah mendesak bisa langsung ke BPBD. Karena kami melayani 24 jam. Tak bisa dipungkiri dalam kondisi hujan begini, rentan longsor susulan juga,” pesannya. (kn-2)


