TANJUNG SELOR – Warga Gang Tenguyun, Jalan Semangka Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan digegerkan dengan adanya sesosok mayat, Minggu (21/8) pagi.
Diketahui, mayat tersebut bernama Saka, ditemukan di kamar mandi, di salah satu kos-kosan yang memiliki 10 pintu. Bahkan, kondisi mayat pria berusia 50 tahun itu sudah mulai membusuk. Salah seorang saksi, Andre mengakui, mencium aroma menyengat dari kos-kosan yang dihuni korban sejak Sabtu (20/8) malam lalu.
Aroma tersebut makin menyengat pada Minggu (21/8) pagi. Karena penasaran, bersama penghuni kos-kosan lainnya melaporkan kepada pemilik kos dan memanggil kepolisian. Dibantu warga sekitar, berusaha untuk mendobrak kos Saka.
“Tadi pagi (kemarin, Red) jam 07.00 Wita, sudah semakin menyengat baunya. Kami coba dobrak dan ternyata pak Saka sudah meninggal dunia,” ucapnya.
Dari penuturan tetangga kos, korban dikenal jarang berada di rumah. Bahkan, tetangga juga tidak mengetahui pekerjaan Saka.
“Kadang kalau pagi mau pergi, hanya menegur begitu saja. Pamit berangkat. Begitu saja, tidak pernah juga ngobrol sama tetangga,” imbuhnya.
Korban menempati kos tersebut hanya seorang diri. Hal itupun diungkapkan salah seorang penghuni kos yang sama, Handoko. Dia mengakui, pertama kali mencari tahu sumber bau tidak sedap itu.
Ternyata, diketahui aroma tak sedap tersebut dari kamar mandi umum. “Selain aroma yang tidak sedap, saya melihat banyak kerumunan lalat. Melihat itu, saya memberitahukan kepada orang sekitar termasuk pemilik kos,” ujarnya.
Setelah beberapa warga berdatangan, langsung bergegas membuka paksa pintu kamar mandi. Warga pun kaget dengan ditemukan seorang pria posisi telentang dalam kamar mandi, tanpa busana. Sebagian badan mulai bengkak dan mengeluarkan cairan, serta aroma bau yang menyengat.
Setelah menerima laporan warga, polisi pun tiba di lokasi kejadian. Lalu, memasang garis polisi dan menghubungi mobil ambulans untuk mengantarkan jenazah ke Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor.
Dari informasi yang dihimpun, korban memiliki keluarga di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). Korban sebelum ditemukan sudah tak bernyawa, baru pulang dari Kabupaten Tana Tidung (KTT) dan sempat sakit. Sementara itu, pemilik kos, Osi mengungkapkan, tidak mengetahui persis tempat Saka bekerja.
“Dia (korban) ngekos di tempat saya sudah lama. Saat tinggal di sini, dia bagus orangnya, pembayaran kos juga lancar. Kalaupun ada janji buat bayar kos, biasanya selalu ditepati, awal masuk memang tinggal sendirian,” tuturnya.
Kos yang dimiliki Osi terdapat 10 kamar. “Semuanya aman-aman saja. Pengakuan temannya yang beda kamar, kalau almarhum ini datang ke kos-kosan pada pagi atau malam hari. Dia jarang berada di kosnya,” tutupnya. (kn-2)


