TANJUNG SELOR – Pengerjaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan masih dikebut. Saat ini masih fokus pada pembangunan konstruksi jalan PU hingga sampai ke Tugu Lima.
Disinyalir, progres pembangunan jalan PU sudah mencapai 60 persen. Apabila Jalan Poros tersebut nantinya sudah bisa dilintasi. Maka, progres pembangunan selanjutnya dapat berjalan beriringan. Termasuk pengangkutan konstruksi dan peralatan untuk pembangunan bendungan.
Namun kendala saat ini masih menunggu pembangunan dua jembatan anak Sungai Kayan. Komandan Kodim 0903/Bulungan Letkol Inf Victor Andhyka Tjokro, menyempatkan waktu untuk mengunjungi lokasi pembangunan PLTA, Selasa (2/11).
Kunjungan tersebut untuk melihat progres pembangunan PLTA yang dikerjakan oleh PT Kayan Hydro Energi (KHE). “Tadi kita sudah lihat langsung, kondisinya saat ini masih tahap pembukaan Jalan Poros menuju lokasi pembangunan. Kondisi tanah yang berbatuan, masih memerlukan waktu untuk membuka jalan,” jelasnya.
Selain itu, untuk perizinan peledakan bendungan satu pun ini masih tahapan proses. Apabila nanti sudah keluar izinnya, akan dilakukan peledakan untuk pembangunan jalan.
“Kita harapkan prosesnya semakin cepat dan pembangunan bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.
Untuk personel TNI, lanjut Dandim, dengan masuknya investor untuk membangun PLTA. Maka akan dipersiapkan Pos Ramil, untuk mendukung kegiatan PLTA. “Untuk lahan telah disiapkan, tinggal nanti kalau sudah siap semua. Maka ada tambahan personel untuk bertugas,” tuturnya.
Sementara itu, Manager Lapangan PT KHE Safran Herlizon mengakui, saat ini progres masih mempersiapkan infrastruktur jalan utama. Dari desa terdekat ke lokasi pembangunan bendungan, yang jaraknya kurang lebih sekitar 8 kilometer (Km).
“Untuk pembukaan jalan, progresnya sudah mencapai 60 persen. Kendalanya, masih pada pembangunan jembatan Sungai Kayan. Sehingga perlu dilakukan peledakan, untuk pembangunan jembatan karena memang konstruksi tanahnya berbatuan,” ujarnya.
Berkaitan untuk izin P2 masih diusulkan. Dalam proses peledakan menunggu izin yang dikeluarkan Mabes Polri. Rencananya pada November ini izin P2 sudah bisa dikeluarkan. “Saat ini kita masih terus libatkan dan sosialisasi kepada masyarakat,” tutupnya. (kn-2)


