TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan menunda pleno rekapitulasi di kecamatan. Penundaan ini berkenaan dengan instruksi dari KPU RI, lantaran ada pemeliharaan pada server https://sirekap-web.kpu.go.id/.
Sekitar pukul 17.00 Wita, pewarta masih bisa mengakses website tersebut. Namun hanya Badan Ad Hoc dan petugas KPU yang bisa mengakses halaman. Anggota KPU Kota Tarakan Divisi Teknis Penyelenggaraan Muhammaf Taufik Akbar mengatakan, seluruh Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) sudah diminta untuk melakukan skorsing pleno rekapitulasi sejak Minggu (18/2) lalu.
“Sudah kami minta skors, kemarin Minggu (18/2) siang dan sore sudah tidak ada rekapitulasi dulu sementara. Sambil kami lihat perkembangannya,” ungkapnya, Senin (19/2).
Ia membenarkan penundaan pleno rekapitulasi ini sejalan dengan instruksi KPU RI untuk perbaikan data di laman Sirekap. Penundaan pleno rekapitulasi suara ini diperkirakan hingga hari ini (20/2).
Namun, pihaknya masih menunggu instruksi dari KPU RI untuk pelaksanaannya. Menurutnya, jika penghitungan dilakukan besok masih cukup panjang penyelesaiannya hingga batas waktu pada 2 Maret 2024 mendatang. “InsyaAllah cukup (waktunya). Kalau ada kendala di lapangan kami koordinasikan secara berjenjang,” imbuhnya.
Saat ini, keseluruhan logistik juga masih berada di kecamatan yang tentunya dijaga ketat oleh aparat keamanan. Kendati pleno rekapitulasi ditunda sementara waktu. Adapun rekapitulasi saat ini di beberapa kecamatan sudah selesai untuk presiden dan wakil presiden. Input data di Sirekap, dikatakan Taufik sudah terdapat beberapa yang berjalan.
“Yang kami pakai masih PDD, tapi Sirekap jalan. Kami lakukan penyandingan juga dengan saksi. Itu di Tarakan Timur dan Utara, sudah selesai presiden. Cuma memang belum sempat pembagian berita acaranya,” tuturnya.
Soal PPK dan saksi bertugas saat proses rekapitulasi sudah sepakat, untuk menunda pleno. KPU Tarakan mempersilakan para saksi mengambil dokumentasi untuk rekapitulasi yang sudah selesai.
“Kami selalu terbuka dalam penghitungan di tingkat kecamatan. Tak ada yang kami tutup-tutupi. Kami persilakan ambil foto semuanya dari saksi yang hadir, untuk hasilnya,” tutupnya. (kn-2)


