NUNUKAN – RSUD Nunukan menjalin kemitraan dengan RSUP Dr Sardjito Yogyakarta untuk peningkatan kapasitas, kualitas dan kapabilitas rumah sakit dan dokter.
Kemitraan tersebut, akan memiliki dampak jangka panjang positif. Baik dari segi pelayanan, peningkatan kompetensi dokter dan sistem kesehatan lain.
“Kita ikut program Sister Hospital yang merupakan program Kemenkes (Kementerian Kesehatan). RSUP Dr Sardjito ditunjuk sebagai pengampu RSUD Nunukan,” terang Direktur RSUD Nunukan dr Dulman, Kamis (10/2).
Sister Hospital merupakan program Kemenkes yang memberikan tanggung jawab, terhadap rumah sakit besar. Untuk menjadi pengampu rumah sakit dibawahnya, agar bisa memperbaiki pelayanan dan memecahkan masalah kesehatan yang terjadi.
Kabupaten Nunukan sebagai salah satu lokasi yang memiliki kecenderungan angka kematian ibu dan bayi cukup tinggi, menjadi perhatian Kemenkes. Sehingga dimasukkan sebagai rumah sakit yang butuh perhatian serius.
“Kita akan mendapat dukungan dan masukan, cara menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Seluruh rumah sakit Tipe C memang diampu oleh rumah sakit besar. Tapi Sister Hospital bisa berkembang secara komprehensif dan hoolistik,” jelasnya.
Menurut Dulman, bukan hanya masalah kematian ibu dan bayi. Bisa untuk semua aspek pembenahan pelayanan kesehatan termasuk Covid, bedah dan lainnya. Kemitraan tersebut diharap menjadi tolok ukur, standar pelayanan terbaik bagi pasien, pengembangan SDM, sarana prasarana. Bahkan mengirim dokter RSUD Nunukan untuk meneruskan spesialistik mereka.
RSUP Dr Sardjito akan melakukan sejumlah program pelatihan, sehingga keahlian dan kemampuan dokter meningkat. “Kita masih membuat berkas kerja sama untuk persetujuan Sister Hospital. Tapi ini penunjukan oleh Kemenkes, kita optimis pelayanan akan terus membaik,” ungkap Dulman.
Persoalan tingginya kasus kematian ibu dan bayi, diakui Dulman, diakibatkan sejumlah faktor. Kondisi geografis Nunukan, transportasi dan masalah sarana prasarana, merupaakn bagian dari persoalan yang terjadi.
“Kita sudah ditunjuk kementerian. Jadi kita segera siapkan berkas untuk MoU Sister Hospital. Kemitraan ini akan menjadi solusi permasalahan kesehatan di Nunukan,” harap Dulman. (kn-2)


