Friday, 1 May, 2026

Satu Harga Belum Merata, Bahkan Ritel Modern Kehabisan Stok Minyak Goreng

TANJUNG SELOR – Tim gabungan dari Disperindagkop dan UKM Kaltara dan Bulungan, kepolisian serta Biro Ekonomi Setprov Kaltara lakukan inspeksi mendadak (Sidak) di sejumlah toko di Tanjung Selor, kemarin (27/1).
Sidak yang dilakukan untuk memastikan pemberlakukan satu harga minyak goreng. Pantauan media ini, minyak goreng satu harga belum merata diterapkan. Bahkan, masih ada beberapa merk minyak goreng yang belum dijual dengan harga Rp 14 ribu. Seperti Bimoli dan Kunci Mas yang belum satu harga. Bahkan Kunci Mas sempat ditarik dan belum dijual di beberapa toko.
Pemilik Star Swalayan Soepian Hartono mengaku, jika minyak goreng satu harga sudah diterapkan sejak aturan berlaku. Bahkan ia sudah diinformasikan oleh distributor terkait harga minyak goreng.
“Minyak goreng sebelumnya sudah habis dan ini baru lagi. Kalau stok kita ada ratusan dengan beberapa merk. Begitu juga yang saat ini tersedia, ada merk Fitri dan Tawon,” ucapnya.
Hal lain juga disampaikan pemilik Family Mart Irfan. Di tokonya, harga minyak goreng sudah dijual Rp 14 ribu per liter. Namun didapati ada yang bukan satu liter melainkan 900 ml.
“Baru hari ini (kemarin, Red) menandatangani kontrak dengan distributor. Tapi untuk merk Bimoli belum dijual Rp 14 ribu per liter. Karena untuk Bimoli ini kami belum mendapatkan informasi dari distributor. Sampai sekarang kami masih melakukan komunikasi,” bebernya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hasriyani yang ikut dalam sidak mengatakan, akan upayakan lakukan komunikasi dengan pihak toko. Termasuk menghubungi distributor, hingga produsen.
“Informasinya dari produsen belum memberikan jawaban terhadap kebijakan satu harga,” jelas Hasriyani.
Menurut dia, beberapa merk minyak goreng sudah penyesuaian harga. Dia pun menyakini bukan hanya di Kaltara yang mengalami kendala seperti ini. “Pada 26 Januari lalu, pasar tradisional sudah harus menerapkan hal yang sama. Namun dengan kondisi seperti ini tidak memungkinkan. Karena mereka beli sudah harga tinggi,” terangnya.
Informasi dari Kementerian Perdagangan (kemendag), subsidi ini berlangsung selama 6 bulan. Dia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Kepada toko dan ritel modern yang ada di Kaltara, diharapkan tetap membatasi pembelian kepada konsumen hanya 1- 2 bungkus.
“Itu untuk mengatasi jangan sampai di momen tertentu nanti, terjadi kelangkaan minyak goreng. Kita harapkan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dan tidak langka,” harapnya. (KN-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru