TANJUNG SELOR – Kondisi cuaca hujan di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya, yang terjadi dikarenakan faktor angin muson.
Menurut Forester Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan Farid Hardiansyah, angin Muson ini merupakan angin yang berhembus secara periodik, berganti arah setiap setengah tahun sekali.
“Angin ini dibedakan menjadi dua. Angin Muson Barat dan Muson Timur. Bahkan bisa disebut muson ini udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum),” jelasnya, kemarin (11/1).
Secara umum, lanjut dia, saat ini masuk musim hujan. Wilayah Kaltara juga terkena imbasnya, dikarenakan angin tersebut bergerak dari Indonesia Timur ke Indonesia Barat. Untuk saat ini, di timur Filipina ada bibit siklon tropis (badai dengan kekuatan besar dengan radius rata-rata 150-200 km). Jadi siklon tropis ini terbentuk di atas lautan luas, yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat lebih dari 26.5 derajat celcius.
“Tentunya akan mempengaruhi pergerakan angin, sehingga konvergensi disekitaran Kalimantan Utara sangat berpotensi sekali,” tuturnya.
Farid mengakui, jika cuaca yang sering terjadi secara umum sepanjang tahun se Kalimantan Utara yakni hujan lebat. Namun, di satu musim itu bisa melihat ada bulan tertentu terjadi hujan. Jadi jika lebih tinggi ada hujannya lebih rendah kadang sehari 1-60 milimeter.
“Dikhawatirkan dalam seminggu ke depan itu, hujan lebat yang berpotensi banjir. Sebab memasuki April dan Mei sudah masuk musim kemarau,” pungkasnya. (kn-2)


