TIDENG PALE – Saat audiensi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan, Bupati KTT Ibrhaim Ali membahas yang berkaitan dengan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Mengenai sertifikasi pelaku usaha.
Ibrahim menilai, keberadaan pelaku UMKM bisa memberikan andil bagi kemajuan perputaran ekonomi daerah. Dengan kecakapan melihat peluang, memanfaatkan sektor potensial yang ada. Bisa menjadi nilai lebih dalam menunjang pertahanan usaha.
“Sertifikasi UMKM ini kita pandang bagus. Karena bisa memberikan pemahaman bagi pelaku usaha, dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing,” tutur Ibrahim, belum lama ini.
Sektor UMKM, lanjut Ibrahim, selama masa pandemi Covid-19 ikut terpuruk. Namun, seiring melandainya kasus Covid-19 di beberapa daerah, maka geliat pelaku UMKM perlahan membaik.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindagkop UMKM) KTT Hardani Yusri mengungkapkan, dalam pertemuan itu membahas fungsi dari BPOM sebagai lembaga pemerintah non kementerian.
Memiliki tugas melaksanakan kebijakan pengawasan obat dan makanan, sebelum dan sesudah beredar. Termasuk melaksanakan pendampingan, pembinaan, pelatihan dan sosialisasi. Serta penerbitan izin edar produk.
“Kita masih banyak pelaku UMKM yang memerlukan pendampingan, pembinaan dan sosialisasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Lanjut Hardani, ke depannya pelaku UMKM ini bisa menjalankan usaha sesuai standar dan mutu. Kualitas yang bermutu mampu berdaya saing, akan menjadi pilihan masyarakat.
“Kita telah melakukan kerja sama, dalam pengawasan produk yang beredar di masyarakat. Perlu dilakukan kolaborasi dengan BPOM Tarakan. Agar bisa meningkatkan pemahaman pelaku usaha, dalam menghasilkan produk sesuai kebutuhan pasar,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang pelaku usaha Warung Kopi, Rita merasa senang ketika akan diberikan pelatihan. Agar bisa meningkatkan pemahaman dalam menjalani usaha. Seperti usaha jenis kopi, tidak hanya sekadar bertahan. Tapi, bagaimana menghasilkan sajian minuman yang enak dan menjadi idaman pelanggan.
“Kita sangat mendukung jika ada pelatihan. Bilapun itu jadi, sekiranya tak dipungut biaya alias gratis,” saran wanita berusia 27 tahun itu. (kn-2)


