TIDENG PALE – Dari hasil pendataan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung (KTT) menemukan 13 orang yang dinyatakan terkontaminasi HIV/AIDS.
Jumlah penderita tersebut diperkirakan sejak tahun 2019-2022. Yang rata-rata merupakan kalangan remaja dari usia paling muda 22-40 tahun. Jumlah tersebut masuk dalam kategori data aktif. Terdaftar melalui aplikasi yang bisa mendapatkan pengobatan.
Untuk pengobatan dan penanganan, memilih RSUD dr Akhmad Berahim. Yang disiapkan tempat khusus. Selain rumah sakit, Puskesmas Sesayap Hilir juga menjadi salah satu fasilitas kesehatan (Faskes) rekomendasi dalam pengambilan obat.
Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Dinkes KTT Mohamad Sarif melalui Kabid Pencegahan Penggendalian Penyakit Hanna Juniar, mereka yang mencurigai dirinya terkena HIV/AIDS jarang melakukan konsultasi sebelum timbul gejala.
“Jadi ketika timbul gejala baru konsultasi,” ujarnya. Pandangan HIV/AIDS masih dianggap tabu. Kebanyakan merasa takut, sehingga memilih berobat di rumah sakit daripada ke Puskesmas.
Hanna mengatakan, sebenarnya kasus HIV/AIDS di KTT ini lebih dari 13 orang. Akan tetapi, kebanyakan mereka melakukan pengobatan di luar KTT, seperti di Tarakan. Kalau dari Dinkes KTT meminta datanya, itu tidak diberikan karena bersifat privasi. Selama ini, sosialisasi yang dilakukan lebih ditekankan pada ibu yang mengandung.
Pihaknya meyakini, kebanyakan dari belasan orang tersebut telah berkeluarga. Hanya sebagian kecil yang masih single atau lajang. Bahkan, dari belasan data tersebut ada yang masuk kategori parah atau komplikasi dengan Tuberkulosis (TBC). (kn-2)


