Monday, 22 June, 2026

Sopir Truk Masih Ditahan

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan masih melakukan penyelidikan terhadap kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang mengakibatkan seorang pelajar berinisial MI meninggal dunia.

Diketahui MI meninggal dunia usai menabrak truk di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sebengkok sekitar pukul 15.50 Wita, Selasa (24/1) lalu. Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, saat ini penyidik Satlantas masih mengumpulkan keterangan beberapa saksi mata. Untuk korban, didapati masih berstatus sebagai pelajar di bawah umur.

Untuk kronologisnya, satu unit truk mengemudi dari arah gedung Gitajalatama. Lalu belok kanan untuk sampai ke toko yang dituju. Posisi bagian depan truk sudah masuk ke parkiran took. Namun bagian belakang truk masih berada di bagian jalan.

“Kemudian dari arah yang berlawanan, sepeda motor korban melaju. Karena sudah tidak bisa menghindari bagian belakang truk, akhirnya korban menabraknya. Kami masih periksa saksi, apakah korban kecepatan tinggi atau tidak. Akibatnya untuk pengendara sepeda motor meninggal di tempat. Sehingga laka lantas ini fatalitasnya cukup tinggi,” ungkapnya.

Pihaknya akan menyelidiki, terkait kecepatan sepeda motor korban dan aturan terkait truk yang melakukan manuver ke sisi kanan. Apalagi di jalan tersebut, terdapat marka jalan lurus. Berdasarkan rekaman CCTV yang didapat. Pihaknya memperkirakan bahwa korban meninggal dunia karena benturan keras dengan bagian belakang truk.

“Jadi ada benturan keras sehingga mobilnya goyang,” imbuhnya.

Untuk saat ini, sopir truk masih dilakukan penahanan. Guna  dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini sudah ada sekitar 4 saksi yang dimintai keterangan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, pihaknya masih akan melengkapi rekapan CCTV sebagai bukti dalam kejadian tersebut.

“Memang CCTV ini menjadi bukti kuat kami juga,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian tersebut, masyarakat yang mengendarai roda dua maupun roda empat diimbau memperhatikan kondisi jalan saat akan melakukan manuver. “Kalau marka garis lurus di tengah jalan, sebenarnya untuk manuver itu tidak bisa. Menyalip juga tidak bisa. Jadi seharusnya mutar dan kalau sudah disisi jalan yang sejajar baru belok,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru