Friday, 28 August, 2026

Sudah Tak Miliki Barang Berharga

TARAKAN – Rosmiati yang menjadi korban kebakaran di Jalan Yos Sudarso, RT 20 Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah sudah mendapat bantuan saat berada di Posko Darurat. Bantuan yang didapat berupa popok bayi, celana dewasa, kasur bayi serta selimut anak.

“Anakku semuanya 4 orang. Sementara ini anakku sama suamiku masih melihat sisa rumah kami yang terbakar. Walaupun rumah sewa yang terbakar. Sebulan itu Rp 400 ribu,” ucapnya, Rabu (23/8).

Saat ini yang ia butuhkan berupa perlengkapan sekolah ketiga anaknya. Baik itu, tas, buku serta seragam sekolah. Khusus kemarin, ia mengajukan izin kepada guru tempat anaknya bersekolah. Karena anaknya sudah tidak nemiliki perlengkapan sekolah.

Selain perlengkapan sekolah, ia masih membutuhkan perlengkapan bayi yang berumur 6 bulan. Bahkan ia juga membutuhkan bantuan berupa uang tunai. Dengan tujuan, untuk kembali menyewa rumah. Saat ini, ia bersama keluarga tinggal di Posko Darurat eks kantor Kelurahan Selumit Pantai.

“Makanan ada disiapkan. Tidur seadanya engga apa-apa, yang penting kami sehat. Perlengkapan mandi juga sudah disiapkan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan, Arbain mengatakan, rata-rata korban kebakaran sudah tidak memiliki barang berharga. Hanya bisa menyelamatkan diri dari besarnya api saat kebakaran. Bahkan ada beberapa barang berharga korban telah hilang saat diamankan oleh warga.

“Yang jelas korban butuh pakaian, handuk dan sarung. Untuk pakaian, kami sudah ada stok. Sisa korban kebakaran yang lalu, ada puluhan karung. Nanti kami bagikan lagi sesuai dengan kebutuhannya. Juga diperlukan pakaian sekolah,” ungkapnya.

Perlengkapan bayi sangat dibutuhkan oleh korban kebakaran. Seperti ayunan, bayi, minyak telon, popok bayi dan susu anak. Bahkan perlengkapan mandi dan tidur juga sangat dibutuhkan.

“Kami juga harapkan masyarakat yang ingin membantu, bantuan berupa uang tunai. Untuk meringankan biaya hidup dan tempat tinggal sementara,” pesannya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan Yonsep mengatakan, data terbaru mencatat ada 64 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran di dua TKP pada Selasa (22/8) lalu. Terdiri dari korban yang berada di RT 20 Kelurahan Selumit Pantai, RT 29 Kelurahan Pamusian dan RT 03 Kelurahan Karang Anyar.

Total ada 35 unit bangunan yang terbakar. Terdiri dari 31 bangunan di Kelurahan Selumit Pantai dan 3 bangunan di Kelurahan Pamusian dan 1 bangunan di Kelurahan Karang Anyar.

“Itu diakumulasikan dalam satu Pos Terpadu di bekas kantor Kelurahan Selumit Pantai. Sementara yang mengungsi ada 7 KK atau 35 jiwa. Selebihnya korban tinggal bersama keluarga,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memberikan pelayanan kepada korban kebakaran. Diantaranya menyediakan konsumsi dan perlengkapan bayi. Bantuan dari masyarakat yang ada di posko pengungsian yakni bahan sembako.

Bantuan uang tunai yang sudah didapat, yakni bantuan dari Pemprov Kaltara sebesar Rp 100 juta. Bantuan tersebut hanya simbolis ke pemilik bangunan dan nantinya akan kembali menambah bantuan kepada korban yang lain.

“Santunan dari Pemkot Tarakan juga sudah berproses. Mudahan ada bantuan lagi dari masyarakat. Ada juga bantuan wajib yang disalurkan dari ASN Pemkot Tarakan,” imbuhnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru