TANJUNG SELOR – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), tak sekadar hiburan. Tapi menghadirkan penceramah kondang, Buya Arrazy Hasyim yang menyampaikan tausiah keagamaan. Dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Rabu (26/10) malam.
Meski cuaca diguyur hujan, namun pelaksanaan Maulid berlangsung khidmat. Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dalam sambutannya mengatakan, HUT Kaltara merupakan momentum bersejarah. Terlebih Maulid merupakan peringatan kelahiran manusia terbaik di muka bumi ini, Nabi Muhammad SAW.
“Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk ibadah, dengan mengaitkan sebuah peristiwa besar yang melatarbelakanginya. Peringatan ini ekspresi kegembiraan, penghormatan dan rasa syukur atas kehadiran Nabi Muhammad SAW di dunia, sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujar Gubernur.
Gubernur mengajak masyarakat Kaltara, agar dapat meneladani Rasulullah. Menurutnya, Nabi Muhammad sosok yang paling pantas dijadikan sebagai panutan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mari kita tanamkan keteladanan Rasul ke dalam keseharian kita. Mulai hal terkecil hingga paling besar. Mulai kehidupan duniawi hingga akhirat, sehingga terwujud tatanan masyarakat yang menjunjung tinggi etika dan norma-norma kejujuran,” ungkapnya.
Gubernur berharap, kehadiran Buya Arrazy Hasyim dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Kaltara. Sekaligus mendoakan daerah ini bisa semakin maju dan berkembang, serta masyarakatnya semakin sejahtera.
“Semoga ceramah yang dibawakan dapat kembali menyegarkan ingatan kita, akan hakikat dan tujuan hidup di dunia. Untuk senantiasa beribadah kepada Allah SWT,” harapnya.
Sementara itu, Buya Arrazy dalam ceramahnya menjelaskan, tentang keteladanan Rasulullah. Dia mengajak masyarakat Kaltara menanamkan kecintaan kepada Tuhan dan Nabi, sebagai wujud penghambaan.
“Siapa yang merindui Nabi Muhammad, di kalbunya ada Allah SWT,” ujar Arrazy dalam ceramahnya. (kn-2)


