TANJUNG SELOR – Tanggul pengolahan limbah yang jebol di Desa Bunyu Barat, Kecamatan Bunyu, pada 31 Januari lalu, hingga kini masih proses penyelidikan Polresta Bulungan.
Warga yang berada di pemukiman kejadian, mengeluh dengan kondisi bangunan dan kebun sudah dipenuhi pasir. Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, terhadap warga yang terdampak. Jebolnya tanggul pun mendapat tanggapan Bupati Bulungan Syarwani. Menurutnya, itu tetap jadi tanggung jawab dari perusahaan. Baik itu tanggung jawab sosial maupun lingkungan.
“Saya sudah melakukan koordinasi dengan Camat Bunyu. Pastikan, warga yang terdampak akibat jebolnya tanggul, harus mendapatkan layanan yang sebaik mungkin dari pihak perusahaan,” tegas Bupati, Rabu (8/2) lalu.
Terhadap penyebab terjadinya tanggul jebol, nanti akan ada kajian. Karena yang berkaitan dengan pertambangan. “Saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Kaltara terkait permasalahan jebolnya tanggul dan dampak yang ditimbulkan. Pasalnya, itu berisiko dengan lingkungan,” ungkap Syarwani.
Meskipun tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Namun, warga yang terdampak mengalami kerugian. Baik berupa bangunan rumah maupun area perkebunan.
“Ya, ini warning saya untuk Camat Bunyu. Pastikan pihak perusahaan berkomitmen, kalau memang harus diganti ya mesti diganti. Kalau ada rumah warga yang hancur harus diperbaki. Sebab itu tanggung jawab perusahaan, tidak mungkin dibebankan pemerintah daerah,” tutupnya. (kn-2)


