Sunday, 24 May, 2026

Tantangan Antar Logistik Pemilu ke Wilayah Terjauh

Uut Murung dan Seribu Riam berada di perbatasan Kalteng dan Kaltim yang hanya bisa diakses dengan jalur sungai dari ibu kota kabupaten. Di ibu kota provinsi saja, KPU setempat melakukan antisipasi berlapis di tengah musim hujan yang melanda.

DADANG-NOVIA-IRFAN JURAYZ, Palangka Raya

DARI Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah (Kalteng), ke Puruk Cahu, ibu kota Kabupaten Murung Raya, saja sekitar 12 jam. Jadi, bisa dibayangkan beratnya perjalanan mengantarkan logistik pemilu ke dua kecamatan terjauh di kabupaten tersebut: Uut Murung dan Seribu Riam.

Apalagi, sebagian besar wilayah Kalteng di hari-hari ini hingga hari pencoblosan pada 14 Februari nanti diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.

Otomatis butuh kewaspadaan ekstra untuk tim pengirim. KPU Kalteng memastikan akan mendahulukan pengiriman logistik pemilu ke Uut Murung dan Seribu Riam sebagai wilayah terjauh dulu. Pengiriman bakal dilakukan Sabtu (10/2) lalu.

“Distribusi H-3 secara berjenjang dari gudang KPU kabupaten/kota ke PPK, terus PPS, terakhir di TPS dengan tiba di TPS H-1. Pelaksanaannya mempertimbangkan prinsip efektif dan efisien,” kata Ketua KPU Kalteng Sastriadi kepada Kalteng Pos, Rabu (7/2) lalu.

Pengelompokan dan pengaturan, lanjut Sastriadi, dilakukan berdasar skala prioritas. “Waktu tempuh, jarak tempuh, jumlah/banyaknya beban logistik yang disalurkan, kondisi iklim/cuaca, geografis, dan moda transportasi,” ujarnya.

Uut Murung berada di perbatasan Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Timur. Persisnya di sisi utara dan timur. Di sisi baratnya, Uut Murung berbatasan dengan Seribu Riam.

Untuk menjangkau Uut Murung dari Puruk Cahu, dibutuhkan perjalanan jalur sungai menuju Desa Tumbang Topus. Perjalanan tersebut membutuhkan waktu sekitar sembilan jam. Ke Seribu Riam yang berada di sisi baratnya tambah beberapa jam lagi, juga lewat sungai.

Ketua KPU Murung Raya (Mura) Okto Dinata memastikan logistik dalam kondisi baik meskipun daerah tersebut sempat dilanda banjir parah bulan lalu. “Kondisi logistik di Murung Raya pascabencana banjir dalam keadaan baik karena gudang logistik di KPU berada di dataran tinggi,” ujarnya.

Berbeda halnya dengan Mura, pendistribusian logistik pemilu di Kota Palangka Raya dilakukan serentak H-1 pencoblosan. Untuk mengantisipasi hujan dan banjir, KPU Kota Palangka Raya jauh-jauh hari sudah melakukan antisipasi.

Ketua KPU Kota Palangka Raya Joko Anggoro menjelaskan bahwa logistik sudah dikemas dua sampai tiga lapis plastik. “Kotak suara kami kemas dan kertas suara juga kami kemas,” ujar Joko.

Joko membeberkan, pihaknya sudah melakukan antisipasi untuk beberapa kelurahan di Kota Palangka Raya yang harus menggunakan transportasi air, seperti di daerah Kanarakan, Rakumpit, dan Danau Tundai. Joko menegaskan bahwa logistik pemilu dan TPS telah lengkap dan siap didistribusikan.

Demi menjaga keamanan, logistik akan dikirim serentak, baik daerah yang jauh maupun dekat. “Kami mulai distribusi pada 13 Februari atau H-1. Distribusi akan dilakukan secara serentak, termasuk daerah terjauh,” ucapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi cuaca di Kalteng pada saat hari pemungutan suara Pemilu Serentak 2024 yang jatuh pada 14 Februari berpotensi turun hujan. Hujan disebut akan terjadi secara merata di seluruh wilayah Provinsi Kalteng, mulai intensitas ringan hingga lebat.

Keterangan tersebut disampaikan petugas prakirawan cuaca dari Stasiun Meteorologi (Stamet) Tjilik Riwut Palangka Raya Riniananta pada Rabu (7/2) lalu. Khusus hujan dengan intensitas lebat, kata Rini, berpotensi terjadi di wilayah Kalteng bagian utara. Misalnya, Gunung Mas, Murung Raya, Barito Utara, Kapuas bagian utara, dan Katingan bagian utara.

Semuanya tentu mendatangkan tantangan tambahan kepada petugas yang akan mengirim logistik pemilu ke Uut Murung dan Seribu Riam. Karena itu, Pj Bupati Mura Hermon berharap perjuangan tim pengirim logistik itu direspons warga Mura dengan datang ke tempat-tempat pemungutan suara.

“Mari kita ciptakan Pemilu 2024 sejuk dan damai, saling menghargai pendapatan dan pilihan masing-masing. Siapa pun pilihannya, kita tetap saudara,” kata Hermon. (*/c7/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru