Friday, 29 May, 2026

Target Investasi Kaltara Rp 35 Triliun

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat target investasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Target investasi tahun ini alami kenaikan dibandingkan 2023.

Hal itu disampaikan Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu) Kaltara Rahman Putrayani. Menurut dia, ada peningkatan target investasi, berdasarkan rapat yang dilakukan pada Desember 2023 lalu oleh BKPM.

“Target investasi 2024 sekitar Rp 35 triliun. Tahun 2023 lalu Rp 29,98 triliun. Artinya ada kenaikan cukup signifikan,” jelasnya, Senin (15/1).

Pemerintah Pusat sangat optimis, jika Pemprov Kaltara bisa merealisasikan target investasi. Terlebih lagi, adanya mega proyek seperti Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), baik di Kecamatan Peso Kabupaten Bulungan maupun Mentarang, Kabupaten Malinau.

“Mereka masih optimis dengan mega proyek di Kaltara dan investasi yang akan tumbuh,” imbuhnya.

Di regional V, lanjut dia, Provinsi Kaltara tertinggi target investasinya. Sehingga, tinggal bagaimana merealisasikan dan mendorong agar mencapai target. Langkah untuk mencapai target, dengan mendorong investor untuk segera membuat laporan realisasi.

“Kita juga mendorong program hilirisasi bisa dilaksanakan di Kaltara. Itu juga untuk menarik investor masuk ke Kaltara,” ujarnya.

Untuk mendorong program dan investasi di sektor hilirisasi, Pemprov Kaltara harus melihat potensi yang ada. Berdasarkan data yang ada, komoditas unggulan seperti rumput laut, kepiting, udang, bandeng, sawit dan lainnya bisa memicu investasi hilirisasi. Minimal, dapat produk setengah jadi. Apalagi, ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Indonesia bersiap dan fokus untuk hilirisasi.

Untuk rumput laut, Kaltara punya produksi yang cukup besar yakni 600 ribu ton per tahun. “Meski di Indonesia ada lima wilayah yang ditunjuk untuk modeling investasi hilirisasi sepert Bali, Wakatobi, NTB dan Sulawesi. Namun Kaltara juga didorong untuk menjadi modeling,” harapnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru