ANGKA kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara) masih perlu diturunkan. Upaya dalam pengentasan kemiskinan di Kaltara terus dilakukan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kaltara Bertius mengatakan, tidak hanya bicara soal pembangunan daerah, Provinsi Kaltara targetkan angka kemiskinan kembali turun. Angka kemiskinan harus turun, pun demikian dengan pengangguran terbuka.
“Kita bisa melihat Kaltara semakin berubah dari tahun ke tahun. Untuk itu, angka pengangguran maupun kemiskinan harus turun,” terangnya, Jumat (3/11).
Untuk menurunkan 2 item ini, maka sejak tahun 2023 dilakukan beberapa upaya. Misalnya angka kemiskinan, dilakukan sejumlah rapat koordinasi dalam hal meningkatkan pengentasan kemiskinan. Bersama sejumlah stakeholder mencari solusi yang konkrit agar tepat sasaran dalam pengentasan kemiskinan.
“Angkaa kemiskinan dari September 2022 ke Maret 2023 sekitar 6,86 persen menjadi 6,45 persen. Ini yang harus diturunkan. Upaya-upaya yang dilakukan menyasar tiap daerah,” ungkapnya.
Jika melihat data yang ada, terjadi penurunan sekitar 0,41 poin. Di mana jumlah penduduk miskin Kaltara sebesar 50.580 jiwa pada September 2022 menjadi 47.970 ribu pada Maret 2023.
“Ini sudah sejalan dengan visi misi kita yaitu berubah maju dan sejahtera,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, adanya perubahan itu dibuktikan dengan IPM di Kaltara terus meningkat. Maju itu dibuktikan dengan laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan 2 tahun 2023 angkanya 5,01. Dengan angka tersebut Kaltara menjadi nomor urut 2 pertumbuhan ekonomi terbesar di Pulau Kalimantan.
“Sejahtera itu dibuktikan dengan kemiskinan dan pengangguran terus menurun. Maka dari itu, pemerintah terus mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, agar ke depan bisa lebih dalam melakukan pengentasan kemiskinan,” harapnya. (kn-2)


