Monday, 20 April, 2026

Tarif BBM Dikeluhkan Jasa Transportasi

TARAKAN – Keputusan pemerintah soal naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM), menuai berbagai dampak pada pelayanan jasa transportasi.

Belakangan ini yang sudah mulai terlihat, yaitu penyesuaian tarif pada transportasi laut. Sementara tarif angkutan kota (angkot) dan taksi terbaru masih belum diputuskan. Ketua Koperasi Garuda Sakti Jafar menegaskan, dampak kenaikan BBM sangat meresahkan bagi pelaku usaha angkot dan taksi.

Hal ini diperparah dengan sepinya penumpang, bahkan sebelum kenaikan tarif BBM. Mesti begitu, pihaknya akan memberlakukan penyesuaian tarif angkutan. “Karena Kasubdit Lalu Lintas juga mengatakan baru dirumuskan. Jadi untuk kami, tidak akan melakukan demo. Kami sudah akomodir semua sopir angkot. Pada dasarnya akan berjalan dengan baik-baik saja,” jelasnya, Rabu (7/9).

Saat ini tarif angkutan darat masih menggunakan tarif berdasarkan Perwali. Di dalamnya masih transportasi menggunakan BBM jenis Premium, dengan harga Rp 6.450. Sejak BBM jenis Premium dihapus, pihaknya menggunakan BBM jenis Pertalite.

“Sekarang Pertalite sudah Rp 10 ribu. Kami sudah merumuskan tarif angkot sebesar 40 persen dari tarif awal. Diperkirakan dari Rp 5.000 ke Rp 7.000. Jadi sekitar kurang lebih 40 persen. Kami acuannya dari Premium. Itu yang akan kami usulkan ke Pemkot,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang sopir angkot, Muhammad Khairul mengatakan, banyaknya penumpang saat ini tergantung dari adanya kegiatan. Salah satunya saat ada penumpang PT Pelni yang menggunakan jasa transportasi angkot.

“Kalau kapal dating, Alhamdulilah lumayan. Kalau tidak ada kapal ya paling tinggi Rp 100 ribu sehari. Kalau saya trayeknya seputaran kota, dari Pelabuhan Malundung,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) Tarakan Robinson menjelaskan, sejak naiknya harga BBM terjadi penurunan penumpang yang drastis. Biasanya penumpang dalam sekali jalan dapat mencapai 40 orang. Namun saat ini hanya kisaran 15-20 orang. Soal tariff, pihaknya telah menyepakati dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara.

“Meskipun dalam penghitungan kita saat ini tak cukup ya. Karena perhitungan misalnya ke Tanjung Selor Rp 145 ribu itu tahun 2015. Dengan saat ini serba naik, sparepart naik dan oli juga naik,” keluhnya.

Pihaknya kesulitan untuk membeli BBM. Bahkan pada saat membeli BBM, kerap kali terjadi aksi saling rebutan. Namun, hal ini sedikit membuat pihaknya tak khawatir. Karena telah terdapat rekomendasi untuk pengambilan BBM. “Seperti ada yang di laut. Kalau kekosongan BBM di laut kita diperbolehkan untuk ambil di darat,” tuturnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager Rayon V Kaltimtara Pertamina Depo Tarakan, Azri Ramadan Tambunan mengatakan, nantinya dengan instansi terkait akan memberikan penomoran pada masing-masing speedboat untuk di tempat pengisian BBM. Agar pembelian BBM menjadi lebih tertib dan tepat sasaran.

“Biar tidak terjadi lagi rebutan atau yang ini dapat, yang ini tidak dapat begitu. Itu bisa jadi persoalan lagi,” katanya.

Saat ini SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) di Tarakan hanya ada satu. Kemungkinan akan ada penambahan jaringan SPBN mengingat semakin bertambahnya transportasi laut. Pihaknya berkomitmen, akan melakukan pengawasan secara langsung pendistribusian BBM menggunakan surat rekomendasi.

“Apakah semuanya disalurkan ke penerima, atau tidak. Kalau ada kedapatan kita ada sanksi tegas,” tegasnya.

Polres Tarakan saat ini gencar melakukan pengawasan dan patroli di sekitar SPBU. Ditambah lagi saat ini DPRD Tarakan turut mengusulkan, adanya Satgas Khusus guna mengawasi distribusi BBM.

“Ini hasil dari pertemuan antara mahasiswa dan anggota DPRD Tarakan. Tapi belum ada pemberitahuan lebih lanjut,” tutur Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia.

Kapolres menegaskan, saat ini antrean pengendara membeli BBM di SPBU masih dalam tahap kondusif. Namun sudah melakukan pengawasan, untuk mengantisipasi adanya dugaan penimbunan BBM. Ia menyebut, antrean panjang di SPBU Mulawarman disebabkan adanya beberapa truk yang datang dari luar Tarakan.

“Kami lebih menjaga dan jangan sampai ada penyampaian pendapat yang berujung kerusuhan. Stok BBM di Tarakan, masih kami dalami lagi bersama Pertamina,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru