Wednesday, 13 May, 2026

TBUPP Kawal Penggunaan APBD

TANJUNG SELOR – Tim Bupati Bulungan Untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP), akan mengawal penggunaan APBD yang sejalan dengan 15 program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.

Secara umum, hal tersebut merupakan tugas umum TBUPP. Untuk memastikan sudah selara atau belum dengan program prioritas yang ditargetkan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan. Bahkan, untuk pendampingan organisasi perangkat daerah (OPD) dilakukan juga oleh TBUPP.

Pasalnya, TBUPP memberi rekomendasi penilaian terhadap setiap usulan program dan kegiatan yang akan dikerjakan. “Kita mendampingi mereka, agar usulan dari OPD sejalan dengan 15 program prioritas,” ujar Ketua TBUPP M Isnaini, belum lama ini.

Secara teknis, TBUPP diminta memberi penilaian dan membantu sukseskan pekerjaan fisik dan non fisik yang dikerjakan Pemkab Bulungan. TBUPP hadir memberi pertimbangan dalam pengisian jabatan strategis.

“Secara umum memang bekerja dalam banyak hal. Tak jarang kami juga masuk membantu di program prioritas itu sendiri. Seperti TAKE, Landscape Kayan,” jelas Mantan Kepala Bappeda-Litbang Bulungan tersebut.

Sementara itu, Rektor Universitas Kalimantan Utara Dr Didi Adriansyah menilai, kegiatan yang dilakukan Pemkab Bulungan sudah sejalan dengan program prioritas kepala daerah. Seperti IPM (Indeks Pembangunan Manusia) sudah lebih tinggi dari kabupaten lain. Ini menandakan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi berbanding lurus dengan keberhasilan.

Didi turut memandang capaian pembangunan infrastruktur cukup luar biasa. Hal ini terlihat merata di wilayah perkotaan sampai perdesaan. “Konektivitas antar daerah menuju pusat pemerintah, sudah hampir banyak yang terpenuhi,” tuturnya.

Selain itu, geliat investasi di Bulungan dengan realisasi per tahun cenderung melebihi dari target yang ditentukan. Investasi punya multiplier effect yang luar biasa. Pembukaan lapangan kerja tentu berefek mengurangi pengangguran dan menambah pendapatan masyarakat.

Akan tetapi, Didi menggarisbawahi ada pembangunan di sejumlah bidang yang belum tercapai. Namun hal tersebut tidak bisa dilepaskan dari periode kepemimpinan yang cenderung singkat.

“Tentu dalam kurun waktu tiga tahun masa kepemimpinan (Syarwani-Ingkong Ala) ada sektor yang belum tercapai. Saya kira bisa dimaklumi, karena hanya ada waktu sekitar tiga tahun saja, seyogianya kan lima tahun,” ujarnya.

Berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, Bulungan mampu bangkit dari keterpurukan di tahun pertama kepemimpinan Syarwani–Ingkong Ala. Saat itu, ekonomi tumbuh 3,95 persen setelah sebelumnya mengalami kontraksi negatif 0,70 persen.

Pada tahun 2022, ekonomi kembali tumbuh 5,30 persen dan terus meningkat di angka 5,40 persen pada tahun 2024. Pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Tercatat APBD Bulungan terus meningkat. Tahun 2021, APBD naik Rp1,31 triliun, lalu di tahun 2022 menjadi Rp 1,48 triliun. Di tahun 2023 menjadi Rp 1,89 triliun dan tahun 2024 Rp 1,93 triliun.

APBD yang berkualitas harus mempertimbangkan kemandirian fiskal daerah. Yakni kemampuan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dalam menopang berbagai kegiatan pembangunan. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru