TARAKAN – Sidang perkara narkotika seberat 10 kilogram (kg) memasuki agenda pembuktian, pada Rabu (10/1).
Pada agenda pembuktian, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi penangkap. Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tarakan Harismand mengungkapkan, saksi penangkap dari Satreskoba Polres Tarakan menjelaskan secara detail penangkapan kedua terdakwa.
Penangkapan terlebih dahulu dilakukan kepada terdakwa Sulaiman dengan barang bukti alat penghisap sabu atau bong. “Kemudian dia (Sulaiman) titip sabu itu ke Baharuddin yang ada di tambak. Dari penangkapan Sulaiman kemudian berkembang ke Baharuddin,” jelasnya, Kamis (11/1).
Setelah itu, saksi penangkap menuju ke tambak yang berada di wilayah Bulungan. Untuk melakukan penangkapan terhadap Baharuddin. Saat itu, terdakwa Baharuddin mengaku memang dititipi sabu oleh Sulaiman. Terdakwa dengan terpaksa membeberkan letak barang haram itu di lokasi yang berbeda-beda.
“Ada 10 kilogram, 4 kilonya di pohon nipah, 6 kilonya di dalam pondok disimpan di dalam kardus. Sabu itu punyanya Dadi yang kini jadi DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkapnya.
Berdasarkan keterangan saksi penangkap, sabu tersebut diambil langsung oleh terdakwa Sulaiman di Malaysia atas perintah Dadi. Terdapat upah yang dijanjikan oleh Dadi sebesar Rp 200 juta. Namun, upah baru diterima Rp 100 juta oleh terdakwa Sulaiman.
“Tapi yang Rp 100 juta merupakan upah transaksi sebelum ini. Rencananya mau digenapi setelah berhasil. Sabu memang rencananya diedarkan di Tarakan,” tuturnya.
Dilanjutkan Harismand, saksi penangkap juga mengatakan kedua terdakwa cukup kooperatif mengakui perbuatannya. Meski keduanya hanya sebagai kaki tangan Dadi. Saksi penangkap menyebut Dadi sudah teridentifikasi berada di Malaysia.
“Upaya pengembangan ini juga sudah disampaikan oleh saksi penangkap. Tapi masih dilakukan pencarian terhadap si Dadi ini,” ujarnya.
Selanjutnya, JPU akan menghadirkan saksi dari Ketua RT yang menyaksikan penemuan barang bukti sabu itu. Setelahnya, sidang perkara narkotika dengan berat 10 kilogram, akan masuk agenda kesaksian masing-masing terdakwa.
Diberitakan sebelumnya, terdakwa Sulaiman diamankan Satreskoba Polres Tarakan di RT 17 Kelurahan Juata Laut pada Juli 2023. Pengembangan terus berlanjut, sehingga didapatkan terdakwa Baharuddin dan identitas DPO sabu asal Malaysia. (kn-2)


