Friday, 3 April, 2026

Ternyata Bukan Sabu, hanya Tawas

TARAKAN – Video penangkapan kurir sabu oleh tim opsnal Resnarkoba Polres Tarakan viral di media sosial (medsos) pada Jumat lalu (4/3).

Namun setelah dilakukan pengembangan dan tes kit, narkotika yang awalnya diduga sabu ternyata berisi tawas. Kasat Resnarkoba Polres Tarakan Ipda Dien Fahrur Romadhoni melalui KBO Ipda Amiruddin Huzain mengatakan, awalnya mendapat informasi adanya transaksi narkotika. Mengetahui hal tersebut, tim opsnal melakukan undercover buy. Artinya, teknik khusus dalam penyelidikan tindak pidana dan seorang informan atau anggota polisi. Bertindak sebagai pembeli dalam jual beli narkotika.

“Sekitar pukul 13.00 Wita personel kami melakukan undercover buy di Kelurahan Karang Balik atau di depan Puskesmas. Muncullah laki-laki yang datang dan langsung mengecek uang anggota kami untuk transaksi,” terangnya, Senin (7/3).

Setelah mengecek uang, diduga pelaku berinisial SD ini mengambil 3 bungkus diduga narkotika berisi sabu. Saat SD diamankan, ternyata salah seorang anggota pemadam kebakaran merekam video aksi tersebut.

Video tersebut sempat tersebar dimedsos dan menyatakan bahwa pelaku merupakan pengedar sabu. “Memang benar pelaku itu pengedar. Cuma pada saat kami amankan dan bawa ke kantor untuk dilakukan tes kit. Yang diduga sabu, ternyata bukan sabu. Tapi itu tawas,” bebernya.

Ia mengakui, awalnya mengincar pelaku lain berinisial AT yang bermukim di Kelurahan Lingkas Ujung. Namun yang mengantarkan sabu ternyata SD. Jika tawas itu berhasil terjual, maka AT sudah meraup keuntungan puluhan juta rupiah.

“AT ini memang residivis. Biasa menjual sabu bersama istrinya. Jadi kami pantau terus,” imbuhnya.

Namun saat dilakukan tes urine, diduga pelaku ternyata positif mengonsumsi sabu. Polisi akhirnya menyarankan dan melimpahkan SD untuk direhabilitasi. Mesti dilakukan rehabilitasi, SD harus wajib lapor. Diduga jaringan narkotika bersama SD juga akan dilakukan pemantauan.

“Pengakuan SD tinggal tidak menetap. Kadang di Kelurahan Sebengkok dan kadang di daerah Jembatan Besi,” ujarnya.

Mesti SD terbilang pemain baru di dunia narkotika. Ternyata lihai menipu pembelinya. Modus menjual sabu yang ternyata diganti dengan tawas kerap ditemukan. Dengan alasan, pembeli sabu tidak akan melaporkan, telah ditipu usai membeli tawas. Tak hanya tawas, gula batu dan garam batu kerap kali dijual menyerupai sabu. (kn-2)

Artikel Sebelumnya
Artikel SelanjutnyaTanpa Trik dan Stuntman, Sengsaranya Beneran

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru