Wednesday, 6 May, 2026

Tiga Bulan Benahi Pelayanan Kesehatan Rumah Sakit

TANJUNG SELOR – Pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr H Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor kerap dikeluhkan masyarakat. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan pun lakukan perombakan, dengan mengganti jabatan Direktur Utama (Dirut).

Dengan bergantinya jabatan Dirut, diharapkan bisa memberikan perubahan dari sisi pelayanan bagi masyarakat. Jabatan Dirut sebelumnya diemban Surya Tan digantikan dr Widodo Darmo Sentono. Dikatakan Bupati Bulungan Syarwani, dalam proses pergantian jabatan itu tidak ada tendensi perihal personal seseorang. Dibutuhkan energi baru dalam memenuhi harapan masyarakat terhadap layanan kesehatan tersebut.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diselesaikan, untuk memperbaiki pelayanan kesehatan, khususnya di rumah sakit,” tutur Syarwani, Rabu (18/1). Bupati mengapresiasi proses dan upaya yang telah dilakukan pejabat sebelumnya.

Namun, perlu adanya target untuk meningkatkan pelayanan kesehatan. “Setidaknya, dalam kurun waktu tiga bulan pertama sudah ada peningkatan yang diemban pejabat baru ini,” harap Bupati.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo dr Widodo Darmo Sentono menjelaskan, sesuai harapan pemerintah daerah dan waktu yang diberikan yakni tiga bulan.

“Fokus saya perbaikan masalah layanan dan SDM (Sumber Daya Manusia) yang kurang, dalam menunjang pelayanan kami,” jelas Widodo, Kamis (19/1).

Menurut dia, salah satu yang diupayakan saat ini memberikan pelayanan sesuai standar. Ke depan, pihaknya terus berbenah, khususnya mengenai peralatan kesehatan yang memang dibutuhkan masyarakat. Seperti cuci darah atau Hemodialisis (HD). Pasalnya, sampai saat ini jika ada pasien ingin cuci darah. Maka, harus dirujuk ke rumah sakit Tarakan yang memiliki peralatan kesehatan HD tersebut.

“Kami upayakan peralatan HD ini. Mengingat ini salah satu keluhan masyarakat dan menjadi harapan dalam meningkatkan pelayanan. Termasuk kebutuhan dokter spesialis. Saat ini, sudah ada 26 dokter spesialis,” ungkapnya.

Widodo menilai, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan merupakan hal terpenting. Meskipun, upaya pembenahan dan perbaikan masih terus dilakukan. Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha RSD dr H Soemarno Sosroatmodjo Sumarni menambahkan, pembangunan gedung Bedah Sentral sudah selesai sesuai kontrak.

“Ini sudah sesuai RAB (Rencana Anggaran Biaya). Jadi untuk melanjutkan pembangunan ruang Bedah Sentral itu butuh Rp 27 miliar. Penambahan bangunan dua lantai sudah kita ajukan ke anggaran pusat,” singkatnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru