Tuesday, 28 April, 2026

Tiga Pesawat Tempur Bakal Patroli di Wilayah Ambalat

TARAKAN – Operasi rutin di wilayah udara Ambalat kembali dilaksanakan. Operasi kali ini dinamakan Gabungan Balat Samodra dengan Angkatan Laut, mendatangkan 3 pesawat temput ke Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Anang Busra, Selasa (22/2).

Komandan Lanud Anang Busra Kolonel Pnb Toto Ginanto mengatakan, operasi rutin di wilayah udara Ambalat ini dilakukan sepanjang tahun. Guna memastikan wilayah perairan dan udara yang berbatasan langsung negara Malaysia, bebas dari gangguan keamanan.

“Operasi ini gabungan, bukan hanya TNI AU. Tetapi bersama-sama TNI AL dibawah komando Pangkoarmada II. Satuan Tugas (Satgas) udara berada di Makassar, Komandan Lanud Hasanuddin,” terangnya.

Tiga pesawat yang turut serta dalam operasi gabungan, dalam pengamanan rutin di perairan ambalat. Diantaranya EMB-314 Super Tucano dan Super Puma Nas-332/H-3211. Setelah melakukan operasi di Tarakan, semua pesawat ini akan terbang kembali ke Lanud lain di Indonesia. Untuk mendukung operasi TNI secara umum.

“Pesawat Tukano akan berada di Tarakan sampai Jumat (24/2) nanti. Menyisir ke sekitar perairan Ambalat melakukan identifikasi. Angkatan Laut juga menurunkan KRI di sekitar Ambalat, yang sudah berjalan sejak Januari lalu,” ujarnya.

Operasi rutin ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya gangguan dari berbagai macam ancaman. Misalnya informasi pelanggaran udara dan laut. Bersinergi bersama TNI AL untuk memastikan tidak ada pelanggaran laut.

Sejauh ini, kata Toto, belum ditemukan adanya pelanggaran. Pihaknya juga terus melakukan pengamatan wilayah dan melaksanakan tugas menjaga perbatasan tetap berjalan aman.

“Aktivitas rutin, karena merupakan pintu masuk alur laut kepulauan Indonesia harus dimonitor terus menerus. Nelayan dan kapal asing juga bisa melintas, kami tetap monitor pergerakan yang ada di Ambalat,” tuturnya.

Menurut Toto, ini wilayah jalur ZEE (Zona Ekonomi Ekslusif) masuk ke dalam. Pintu Alki jalur laut kepulauan Indonesia merupakan jalur bebas. Tapi harus ada ketentuan yang dilaksanakan kapal sebelum melintas. Operasi TNI tidak hanya Operasi Ambalat, melainkan ada Operasi Alur Laut Kepulauan Indonsia (ALKI), patroli udara dan semua terkolaborasi di Lanud Anang Busra. Yang merupakan pangkalan berbatasan langsung dengan wilayah ZEE maupun ALKI.

“Operasi tahun lalu tidak ada pelanggaran signifikan. Seperti pembuangan sampah yang perlu kita tindaklanjuti dan kerja sama TNI AL. Kami laporkan ke pimpinan atas, kolaborasi dan komunikasi bersama TNI AL untuk menentukan tindakan yang akan dilakukan,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru