TANJUNG SELOR – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10 Provinsi Kalimantan Utara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dinobatkan sebagai Irup (Inspektur Upacara), di Lapangan Agatish Tanjung Selor, Selasa (25/10).
Saat ditemui sejumlah awak media usai upacara, Tito kaget dengan pesatnya pembangunan Kaltara. Bagi Tito, kunjungan ke Kaltara sudah kelima kalinya. Tito mengakui, sejak 2017 hingga 2022, Kaltara menunjukkan pembangunan yang pesat dan terlihat prosesnya.
“Tahun 2017 saya datang ke Tanjung Selor ini memang sepi karena hanya ada Kantor Gubernur saja. Dulu jam 7 malam saja sudah sepi, tapi sekarang berbeda,” ucapnya.
Ia berharap semua pihak baik dari unsur pemerintahan, swasta dan instansi lainnya seperti TNI/Polri memiliki komitmen untuk memajukan daerah. Seperti yang diketahui, Kaltara memiliki kekayaan alam, tanah subur dan sungai. Banyak potensi yang bisa dikembangkan di Kaltara.
“Harus ada skema yang jelas dalam memanfaatkan SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah. Bukan hanya menarik investor sebanyak-banyaknya, tanpa menguntungkan daerah. SDA tidak akan memiliki nilai tambah dan juga bermakna, tanpa ada dukungan SDM (Sumber Daya Manusia) yang unggul,” jelas mantan Kapolri ini.
Jika SDM unggul tidak terbentuk, maka masyarakat Kaltara akan menjadi penonton di daerahnya sendiri. Makanya, seluruh pihak terkait mengawal program pendidikan dan kesehatan teralokasi dengan baik. Agar SDM Kaltara menjadi unggul, kompetitif dan inovatif.
“Jadi harus berkembang juga SDMnya. Upayakan pendidikan dari TK hingga SMA dan itu gratis. Dirikan Universitas dan Perguruan Tinggi maupun Politeknik yang sesuai dengan potensi serta situasi lokal di Kaltara. Termasuk kesehatan harus dijamin programnya,” pesannya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang mengatakan, Kaltara 10 tahun sudah menunjukkan perkembangan. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara juga berjalan dengan baik. Infrastruktur yang dibangun, bisa dilihat berproses dan berprogres.
Pemprov Kaltara berupaya membuka lapangan kerja seluas-luasnya. “Terpenting konektivitas, sehingga tak ada kendala dalam menangani permasalahan lain. Karena ada konektivitas wilayah di Kaltara,” tuturnya. (kn-2)


