TARAKAN – Posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) di Provinsi Kaltara pada Januari 2022 melanjutkan tren pertumbuhan positif sebesar 15,90 persen Year on Year (YoY) atau Rp 14,61 triliun.
Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat di Januari 2022. Peningkatan ini terjadi pada keseluruhan jenis simpanan, baik tabungan, deposito, maupun giro.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltara Tedy Arief Budiman mengatakan, tabungan dengan pangsa tertinggi sebesar 54,3 persen dari total DPK. Tumbuh positif 14,44 persen YoY. Yaitu dari Rp 6,93 triliun pada Januari 2021, menjadi Rp 7,93 triliun pada Januari 2022.
Utnuk deposito dengan pangsa 27,5 persen mengalami pertumbuhan positif 11,20 persen YoY atau Rp 4,01 triliun. Capaian ini melanjutkan tren positif pertumbuhan dua digit pada Desember 2021, yang tercatat tumbuh 10,27 persen YoY.
Giro yang memiliki pangsa 18,2 persen mengalami pertumbuhan 29,02 persen YoY. Yaitu dari Rp 2,07 triliun menjadi Rp 2,63 triliun. “Posisi kredit atau pembiayaan yang disalurkan oleh perbankan di Kaltara pada Januari 2022 tercatat tumbuh positif 21,24 persen YoY. Dari Rp 10,75 triliun pada Januari 2021 menjadi Rp 13,28 triliun pada Januari 2022,” terangnya, Sabtu lalu (5/3).
Pertumbuhan kredit yang tinggi ini didukung kualitas kredit yang terjaga, dengan NPL Gross di level 0,94 persen. Lebih rendah daripada ambang batas aman yaitu 5 persen. Kredit yang disalurkan pada Januari 2022 tersebut, terutama disalurkan di Kabupaten Nunukan. Dengan pangsa mencapai 36,54 persen dari total kredit yang disalurkan ke Kaltara.
Menurut Tedy, posisi kredit Kabupaten Nunukan pada Januari 2022 tercatat tumbuh 68,89 persen YoY. Dari Rp 2,87 triliun pada Januari 2021 menjadi Rp 4,85 triliun pada Januari 2022. Secara sektoral pada Januari 2022, Lapangan Usaha (LU) Pertanian dan Kehutanan (pangsa 29,64 persen) menjadi LU. Dengan pertumbuhan tertinggi mencapai sebesar 121,46 persen YoY. Terutama didukung kinerja sub sektor perkebunan, yang sedang menikmati tren kenaikan harga komoditas CPO.
Selain itu, LU Perdagangan dengan posisi kredit terbesar kedua (pangsa 19,04 persen) melanjutkan pertumbuhan positif 17,84 persen YoY. “Indeks Keyakinan Konsumen masih melanjutkan tren peningkatan sejak Agustus 2021. LU Kontruksi (pangsa 1,92 persen) mengalami perbaikan pertumbuhan dari bulan sebelumnya. Mesti masih mengalami kontraksi 4,04 persen YoY, yang disinyalir akibat masih banyaknya perusahaan yang menahan realisasi investasinya,” jelasnya.
Berdasarkan jenis penggunannya, kredit konsumsi dengan pangsa terbesar sebanyak 37,48 persen mengalami pertumbuhan positif 6,17 persen YoY atau Rp 4,97 triliun pada Januari 2022.
Kondisi ini didukung oleh masih berlanjutnya kebijakan dari Pemerintah dan BI, dalam bentuk insentif dan stimulus hingga awal tahun 2022. Kebijakan tersebut antara lain pelonggaran uang muka (down payment/DP), kredit atau pembiayaan kendaraan bermotor dan rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit atau pembiayaan properti. Serta perpanjangan pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Ditanggung Pemerintah (DTP), untuk mobil baru yang diperpanjang hingga September 2022.
Perbaikan kredit konsumsi juga tercermin dari optimisme masyarakat, pada survey konsumen yang menunjukkan tren peningkatan. Peningkatan pada kredit konsumsi tersebut sejalan dengan mobilitas di Kaltara di Januari 2022. Bahkan sudah lebih baik dibandingkan kondisi sebelum Covid-19.
Seiring dengan hal tersebut, lanjut Tedy, kredit investasi dengan pangsa 32,85 persen mengalami pertumbuhan signifikan 87,94 persen YoY atau senilai Rp 4,36 triliun. Tingginya pertumbuhan pada kredit invetasi didorong oleh peningkatan kredit investasi, pada lapangan usaha pertanian.
“Hal ini sejalan dengan harga komoditas global, terutama komoditas kelapa sawit. Tang terus menunjukkan tren peningkatan harga hingga awal tahun 2022,” ungkapnya.
Sementara, lanjut Tedy, kredit modal kerja dengan pangsa sebesar 29,67 persen berhasil mengalami pertumbuhan positif 5,33 persen YoY atau Rp 3,94 triliun. Jika dilihat dari Rasio Kredit dibandingkan dengan Pembiayaan terhadap DPK atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di Kaltara pada Januari 2022. Maka, terjadi peningkatan 90,88 persen dari bulan sebelumnya 89,02 persen. (kn-2)


