Saturday, 10 October, 2026

Warga Dihebohkan Teror Pembakar Rumah

TARAKAN – Warga RT 20 Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah dihebohkan aksi dugaan pembakaran rumah sekitar pukul 00.00 Wita, Selasa (5/9). Aksi kesengajaan rumah yang diduga akan dibakar ini dilakukan 3 kali.

Pertama pada Agustus lalu, 4 dan 5 September 2023. Salah seorang korban yang rumahnya disiram minyak tanah, Siti Khadijah mengakui, saat itu baru saja keluar dari kamar mandi. Tiba di kamar, ia mencium bau minyak tanah di jendela kamarnya.

Saat itu, ia bergegas melaporkan kepada warga yang ada di pos ronda, tidak jauh dari rumahnya. “Kalau ribut-ribut itu memang suara anak-anak lewat dan motor lewat itu kan biasa sudah. Saya langsung lapor ke anak-anak yang ronda. Kalau kata warga, ada 3 orang pelaku. Tapi kami sudah lapor ke Ketua RT 20 dan Bhabinkamtibmas untuk diawasi,” ucapnyya.

Diketahui, rumah milik Khadijah berada persis di depan lokasi kebakaran yang melanda rumah di Kelurahan Selumit Pantai, pada 22 Agustus lalu. Ia yang masih trauma akan kejadian kebakaran, masih merasa khawatir akan adanya api.

“Kami juga engga tahu kenapa mau dibakar. Kami tidak ada permasalahan dengan siapa-siapa. Kebakaran yang lalu itu juga aneh, dari rumah kosong malah,” ungkapnya.

Salah seorang saksi mata Mulyadi menegaskan, saat itu dikagetkan orang teriakan bau minyak tanah yang berada di depan rumahnya. Dengan menggunakan senter, ia juga melihat jelas bekas minyak tanah yang diguyur dan masih basah di jendela rumah Khadijah.

“Ada petugas datang. Sempat dikejar pelaku sampai Karang Rejo. Pelaku dilihat di bawah lumpur juga lari. Ada darah tercecer, diduga dari kaki terduga pelaku,” tuturnya.

Ia mengakui, ada unsur kesengajaan salah satu rumah untuk dibakar. Bahkan ia menduga ada yang berani membayar pelaku untuk membakar rumah.

“Pasti dibayar disuruh membakar wilayah sini. Tidak mungkin lah kalau tidak dibayar. Pasti ada targetnya. Kalaupun mencuri belum ada barang-barang hilang,” ucapnya.

Ia menyebut, ada 3 pria sebagai terduga pelaku pembakaran. Salah satunya memiliki ciri gondrong pirang, berbadan gempal dan berbadan kurus. Ketiga terduga pelaku, diyakini telah berbagi peran dalam melancarkan aksi jahatnya.

“Yang satu tinggi celana panjang pakai baju merah. Itu badannya licin, susah betul ditangkap. Tetap lari di bawah lumpur. Ada lagi satunya pakai sweater. Ada juga yang perannya memang berboncengan. Itu semua orang baru, kami tidak kenal juga,” bebernya.

Terpisah, Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar mengaku belum menerima laporan polisi terkait dugaan kesengajaan rumah dibakar. Namun pihaknya segera melakukan patroli oleh personel Samapta Polres Tarakan.

Ia mengakui, telat mendapat informasi adanya teror pembakar rumah. Namun pihaknya akan melakukan pemetaan dan mempelajari langsung lokasi wilayah Selumit Pantai bersama unsur pengamanan lainnya.

“Kita sudah tahu juga kondisi di sana, jalannya sempit dan padat penduduk. Kami minta masyarakat kalau ada hal itu langsung kami tindaklanjuti,” tegasnya.

Ia pun meminta agar warga sadar akan ancaman ini dan langsung melaporkan. Hal ini tentu kembali ke warga sekitar, agar mekanisme mengungkap terduga pelaku dapat berjalan sesuai prosedur hukum.

Namun ia tidak menyarankan jika pelaku yang diamankan, malah dianiaya warga. Warga disarankan mengamankan pelaku dan langsung melapor ke polisi. Menurutnya, peran warga dari insiden ini sangat penting, terlebih lokasi tersebut terbilang padat penduduk yang seharusnya waspada ketika terdapat orang baru memasuki wilayah Selumit Pantai.

Kapolres menambahkan akan terdapat program revitalisasi, untuk mengaktifkan kembali Sat Kamling. Agar masyarakat Tarakan mendapatkan manfaatnya.

“Sampai saat ini anggota kami masih melakukan penyelidikan. Pos Kamling harus aktif. Yang saya lihat kalau posnya aktif itu aman saja. Masyarakat harus bersatu, kalau ada warga yang bukan warganya harus diketahui. Yang mau keluar masuk harus dikenali juga sama RT,” pesannya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru