TARAKAN – Hamsah yang warga Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Tana Tidung (KTT) diduga diterkam buaya saat beraktivitas di sekitar pertambakan, sekira pukul 23.30 Wita, Senin (10/10) lalu. Pria berusia 45 tahun itu diduga sedang menarik jala di tambak Tanah Merah bersama dua rekannya.
“Korban ini beraktivitas malam hari, menjala ikan. Dia bersama dua rekannya di tambak. Tiba-tiba dia diterkam buaya. Besok paginya (hari ini, Red) keluarga korban menelpon ke Basarnas,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan, Syahril melalui Kasi Operasi dan Kesiapsiagaan Dede Hariana, Selasa (11/10).
Keluarga korban sempat kebingungan untuk melaporkan kejadian tersebut. Namun rekan korban langsung mengarahkan untuk menghubungi kantor SAR Tarakan. SAR Tarakan akhirnya menerjunkan 5 personel, dengan membawa armada Rigid Inflatable Boat (RIB) dan peralatan aquaeye.
Dengan jarak tempuh selama 2 jam, tim SAR akhirnya tiba sekira pukul 10.40 Wita di Lokasi Kejadian Perkara (LKP). “Jarak dari kantor ke LKP itu sejauh 21,66 nautical mile (NM). Kami terkendala cuaca ekstrem. Sewaktu-waktu bisa hujan,” ungkapnya.
Pencarian tim SAR gabungan bersama Senkom KTT terhadap korban sejauh 500 meter dari LKP. Dari informasi warga, di sekitar tambak tersebut sering ada binatang buas seperti buaya. Sehingga sangat rentan, manusia bisa menjadi santapan binatang buas.
“Ditambah lagi korban ini beraktivitas malam hari. Sehingga sudut pandang tidak mengetahui ada buaya atau tidak,” ungkapnya.
Ia menegaskan, dalam pengalaman maupun tugas pokok dan fungai SAR Tarakan, tidak ada spesifikasi tenaga atau spesialis penanganan buaya. Sehingga tim SAR gabungan hanya berpatokan pada potongan tubuh, jika memang korban diterkam buaya.
“Untuk pencarian dan menjinakkan buaya kami tak ada. Kami hanya mengharapkan korban timbul,” harapnya.
Hingga pukul 18.00 Wita, tim SAR gabungan tidak menemukan tanda-tanda tubuh korban di area pertambakan. Pencarian hari kedua nantinya akan terus dilakukan di area tambak. “Karena kan di daerah tambak dan fokus pencarian masih di situ,” tutupnya. (kn-2)


