TARAKAN – Setelah mengeksekusi Burhan alias Culang, Kejaksaan Negeri (Kajari) Tarakan masih memiliki dua Daftar Pencarian Orang (DPO) yang kini menjadi buronan. Keduanya yakni Moes Santoso dan Johansyah alias Bagong.
Kepala Kajari Tarakan, Adam Saimima melalui Kepala Seksi Intelijen, Harismand mengatakan, telah melakukan upaya berupa menyurati Kejaksaan Agung (Kejagung) guna melakukan tracking terhadap dua buronan tersebut. Namun sampai saat ini belum ada informasi keberadaan DPO.
Tak hanya ke Kejagung, pihaknya juga membangun komunikasi terhadap unsur lainnya seperti kepolisian hingga Interpol. “Kalau memang DPO lari ke luar negeri, ya kami akan koordinasi dengan Interpol,” jelasnya, Minggu (1/10).
Namun ada informasi bahwa Bagong berada di Malaysia dan sedang menjalani hukuman. Sebab Bagong diduga terlibat dalam Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Kami masih harus melewati beberapa proses administrasi lintas negara. Karena ada batasannya. Misalnya harus menjalani berapa bulan hukuman baru kami bisa bawa ke Indonesia. Dia (Bagong) masih menjalani hukuman kasus perdagangan orang di sana. Kami sudah koordinasi dengan Kejagung, Interpol, tinggal nantinya kapan kami ambil Bagong ke Malaysia,” ungkapnya.
Penjemputan Bagong dari negara tetangga itu tak harus menunggu masa hukumannya habis. Pihaknya pun masih menunggu batasan tersebut, untuk menjemput Bagong guna menjalankan putusan majelis hakim. Menurutnya, pihak Malaysia juga berkomitmen dalam menjalankan hukuman untuk Bagong.
“Tahun ini dia diamankan oleh penegak hukum Malaysia. Untuk kami ambil mudah-mudahan bisa ditahun ini,” ungkapnya.
Diketahui, Bagong dijatuhi putusan kasasi pada 9 Juni 2021 dengan pidana 12 tahun penjara. Sebelumnya pada tingkat pertama di tahun 2020 Bagong divonis bebas oleh hakim. Tetapi jaksa langsung melakukan kasasi. Bagong diketahui terlibat perkara narkotika seberat 1,9 kg.
Sementara untuk, Moes Santoso divonis penjara selama 36 bulan dan denda sebesar Rp 200 juta. “Kalau Moes ada informasi dari Kejaksaan Tinggi, ada di Tarakan. Tapi kami cek di rumahnya Gunung Belah, nyatanya sudah tidak disitu,” tegasnya. (kn-2)


