Thursday, 30 April, 2026

3 Tahun Kepemimpinan Khairul-Effendi Djuprianto, Tiga Hal Ini Mesti Dituntaskan

TARAKAN – Tepat hari ini (1 Maret), kepemimpinan Khairul-Effendi Djuprianto untuk Kota Tarakan memasuki usia ketiga tahun. Ada tiga kendala yakni persoalan banjir, infrastruktur jalan dan jembatan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Untuk jembatan dan infrastruktur jalan bagian janji kampanye. Kondisi jalan ada juga yang force major dan musibah longsor. Tapi mudahan tahun ini akan kami kerjakan sebagian,” jelas Wali Kota Tarakan Khairul, Senin (28/2).

Pihaknya memprioritaskan perbaikan jalan di ruas kota, provinsi dan nasional. Salah satunya di Kelurahan Tarakan Utara, untuk perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan. Bahkan prioritas perbaikan tersebut masuk dalam program kerja.

“Untuk banjir, di program unggulan tidak masuk. Karena kami berharap di periode sebelumnya sudah selesai. Karena anggaran kami, sudah cukup banyak dimasukan dalam kegiatan ini,” ungkap Khairul.

Khairul mengakui, masih ada beberapa titik munculnya genangan banjir. Diantaranya di Kelurahan Karang Balik dan Karang Anyar. Untuk genangan banjir di Kelurahan Karang Harapan dan Gunung Lingkas sudah bisa teratasi.

“Tahun ini kami coba selesaikan. Di hulu dan jembatan sudah kami kerjakan. Mudahan bisa mengurangi genangan air. Termasuk di Kelurahan Kampung Enam,” sebutnya.

Datangnya banjir yang bersamaan dengan air pasang laut, menjadi kendala saat ini. Mesti kejadian air rob hanya terjadi beberapa kali dalam sebulan. Ditambahkan, kontraksi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, masih menyisakan banyak tantangan bagi Pemkot Tarakan.

Angka kemiskinan tahun 2021 yang meningkat 0,56 persen, dari tahun 2018. Selain disebabkan pandemi Covid-19, juga karena standar garis kemiskinan Kota Tarakan meningkat dari Rp 613.593 pada tahun 2018 menjadi Rp 711.268 di tahun 2021.

“Di sisi lain, tanda-tanda perbaikan itu sudah terlihat. Dengan angka pengangguran yang tercatat turun dari 5,94 persen di 2018 menjadi 4,94 persen di tahun 2021,” tuturnya.

Tercatat, 16 program unggulan yang ditawarkannya bagi masyarakat telah terealisasi. Mulai dari pemberdayaan Rukun Tetangga yang melalui alokasi minimal Rp 50 juta-Rp 200 juta per RT. Saat ini telah menjadi solusi bagi jawaban aspirasi masyarakat, terutama dalam hal infrastruktur.

Di bidang pendidikan, dilakukan penguatan sarana dan prasarana baik bagi sekolah negeri maupun swasta. Bidang pendidikan, sebanyak 4.272 pelajar SD dan SMP, termasuk madrasah di Kota Tarakan menerima beasiswa. Baik beasiswa apresiasi atas prestasi maupun beasiswa afirmasi atau tidak mampu setiap tahunnya.

“Pemenuhan kebutuhan ruang kelas baru terus dilanjutkan. Saat ini sedang dalam proses pembangunan gedung SMPN 11, SMPN 13, dan SMPN 14. Perluasan bangunan SMP 12 dan rehabilitasi beberapa SD dan SMP yang rusak sedang hingga berat,” ujarnya.

Sementara bidang kesehatan, lanjut Khairul, selain ditingkatkannya layanan kesehatan di tingkat Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru