TARAKAN – Komandan Korem 092 Maharajalila Brigjen TNI Rifki menginstruksikan Kodim 0907 Tarakan, untuk membagikan senjata kepada prajurit hingga ke tingkat Koramil. Bahkan personel dituntut mempersiapkan gudang senjata.
“Karena konsep ke depan komponen wilayah itu, kita tidak pakai gudang lagi. Kita pakai Bunlog (Penimbunan Logistik). Seperti di negara lain. Jadi yang tahu itu (Bunlog) cuma anggota Koramil saja,” tegas Danrem, Rabu (23/2).
Komandan Koramil dituntut mengamankan pergudangan tersebut. Sekaligus mengecek jumlah kekuatan senjata di Koramil. Juga mempersiapkan ruang untuk membangun gudang yang sesuai spesifikasi dan permanen.
Ia menegaskan, pertahanan atau pangkalan di Koramil harus selalu dijaga hingga titik darah penghabisan. “Orang terakhir tak boleh melarikan diri di Koramil itu. Perintah saya. Karena pangkalan ini benteng terakhir,” ungkapnya.
Prajurit juga dituntut melakukan latihan menembak di masing-masing Koramil. “Yang penting nanti kita kasih tahu masyarakat, jangan masuk di lokasi karena ada latihan menembak,” pesannya.
Wilayah Kaltara yang masuk di daerah perbatasan negara, harus siap menghadapi ancaman di setiap waktu. Material berupa kendaraan, pangkalan, senjata maupun material tempur harus selalu dipelihara dan dirawat. Jika tidak dilakukan sekarang, akibatnya bisa berdampak pada kinerja saat bertugas di daerah rawan.
Menurutnya, Koramil merupakan satuan TNI AD yang paling terkecil dan tersebar. Makanya, Koramil harus bisa melakukan pembinaan satuan.
“Jadi mereka harus berlatih sesuai program anggarannya. Supaya tidak terlalu susah, harus ada senjatanya. Itu wajib,” harapnya. (kn-2)


