TANJUNG SELOR – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kaltara masih berupaya agar jalan-jalan perbatasan bisa terkoneksi. Dengan panjang jalan perbatasan tersebut mencapai 1.000 kilometer.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Kaltara Zamzami mengungkapkan, jalan perbatasan di Kaltara memiliki beberapa kategori. Seperti jalan paralel perbatasan. Berdasarkan data yang ada, mulai dari Long Boh-Long Nawang-Long Pujungan sampai Malinau. Dengan panjang 614 km, berdasarkan desain yang ada. Sebagian dari Long Nawang sudah dikerjakan.
“Dari total panjang jalan perbatasan 1.000 km, belum tembus 100 persen. Termasuk jalan paralel sepanjang 614 km,” terang Zamzami, Senin (7/3).
Menurut Zamzami, jalan paralel masih ada 11 km yang belum tembus sampai ke perbatasan Kalimantan Timur (Kaltim). Tepatnya ke arah Kalimantan Barat (Kalbar). Kemudian, untuk jalan paralel Malinau-Langap-Long Pujungan-Long Nawang-Metulang-Long Boh, sudah dibuka. Akan tetapi, belum sepenuhnya tembus.
“Masih terdapat puluhan kilometer yang jalan hutan. Masing-masing 25 km dan 12 km di ruas jalan berbeda dari total 614 km,” tuturnya.
Selain jalan paralel, ada juga akses perbatasan. Terbagi dalam akses perbatasan satu, menghubungkan Malinau-Semamu, Semamu-Long Bawang-Long Midang sepanjang 203 km. Akses perbatasan dua dari Mensalong ke Tau Lumbis.
Untuk akses perbatasan dua, pihaknya baru menyelesaikan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Termasuk ada jalan dari Long Nawang ke PLBN Tapak Mega. Penyelesaiannya, tergantung perkembangan tiap tahunnya. Sebab pembangunan jalan perbatasan masih pada tahap jalan tembus.
“Untuk bisa fungsional atau dapat dilalui, sampai saat ini belum bisa dipastikan. Harus dibedakan, jalan tembus dengan jalan fungsional. Jalan fungsional sudah bisa dilewati. Jalan tembus hanya alat berat. Semoga bisa diusulkan, dengan dana-dana selain APBN,” tutupnya. (kn-2)


