Friday, 24 April, 2026

Habito, Alat Pengingat Buatan Siswa Nola School Raih Silver Award dan Special Gold Award di Ajang JDIE

Habito buatan siswa Nola School berhasil menyabet dua penghargaan pada kompetisi JDIE di Jepang. Alat itu berfungsi mengingatkan siswa untuk mengerjakan tugas hingga membantu lansia minum obat tepat waktu.

MARIYANA DINA, Surabaya

MURID homeschooling Nola School Surabaya tidak kalah oleh siswa sekolah unggulan lainnya. Alexander Petra Pujiono, Clay Azarel Pramudya, Edward Roven Lie, dan Samantha Cordelia Chajadi sudah membuktikannya saat mengikuti kompetisi Japan Design, Idea and Invention Expo (JDIE).

Mereka berhasil menyabet silver award hingga special gold award dalam ajang tersebut. Empat siswa itu membuat Habito. Sebuah alat pengingat. Nama alat itu diambil dari kata bahasa Inggris habit yang berarti kebiasaan.

Bentuknya ada yang bulat, ada juga yang agak kotak. Yang bulat untuk anak-anak. Sedangkan yang agak kotak diperuntukkan bagi lansia.

Cara mengoperasikan alat tersebut gampang. Tinggal dipindai, setelah itu lampu indikator akan menyala. Kemudian, alat itu akan mengirimkan notifikasi pada gadget yang sudah mengunduh aplikasi Habito.

Kepala Pengembangan Maker Space Program Nola School Onggo Susilo mengatakan, anak-anak didiknya membuktikan bahwa mereka bisa bersaing di ajang internasional.

Sebenarnya, dua di antara empat anak itu disleksia. Petra misalnya. Dia tidak bisa melihat angka lama-lama. Clay juga tidak bisa fokus dalam membaca untuk rentang waktu yang panjang.

Lewat program maker space, empat siswa itu diajak belajar hal yang tidak terlalu akademis. Mereka memilih kelas robotik. Program maker space melatih mereka dalam berlogika.

“Ini membuat mereka percaya diri,” ucap Onggo.

Petra, salah seorang anggota tim Habito, menjelaskan bahwa inovasi itu bermula dari kebiasaannya yang sering lupa membereskan pekerjaan seharihari. Mulai merapikan kasur hingga membuang sampah.

“Dari situlah ide bikin Habito ini lahir,” jelasnya saat ditemui di sekolahnya, Kamis (3/8).

Habito tidak hanya berguna sebagai alat pengingat bagi anak-anak untuk mengerjakan tugas mereka. Habito juga memiliki versi untuk lansia. Fungsinya mengingatkan lansia untuk minum obat. “Jadi, target kami di ajang selanjutnya bisa dapat gold award,” sambung Clay optimistis. (jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru