TANJUNG SELOR – Komoditas penyumbang utama kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus, dalam jangka waktu tertentu (inflasi) di Kabupaten Bulungan pada Juni lalu mengalami kenaikan year on year (YoY) 2,71 persen.
Selanjutnya, inflasi bulanan 0,34 persen, dan inflasi tahun kalender 1,32 persen. Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan Yuda, pada Juli lalu, Kota Tanjung Selor mengalami inflasi YoY 2,71 persen. Dengan penyumbang utama andil inflasi ada pada angkutan udara.
Penyumbang tertinggi tersebut membuat indeks harga konsumen di Tanjung Selor mengalami perkembangan inflasi 0,34 persen. “Inflasi tahun ke tahun Kota Tanjung Selor dipengaruhi adanya kenaikan harga pada kelompok transportasi 14,09 persen,” kata Yuda, Jumat (4/8).
Dia juga mengatakan, ada beberapa penyumbang perkembangan indeks harga konsumen pada Juli lalu. Diantaranya, kelompok kesehatan 5,12 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 4,1 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 2,1 persen.
“Disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 1,27 persen, kelompok pakaian dan alas kaki 0,67 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,52 persen,” sebutnya.
Di lain pihak, Kepala Bandara Tanjung Harapan Hengky melalui Staf Kantor Septi membenarkan, jika terjadi kenaikan penumpang angkutan udara menuju Balikpapan.
“Penerbangan paling banyak itu menuju Balikpapan. Beda dengan perintis, yang hanya seminggu sekali dengan jumlah 11-12 penumpang saja,” singkatnya. (kn-2)


